iklan ulta memorandum

Sempat Lumpuh Diterjang Longsor dan Tanah Ambles, Jalur Neraka Kereta Api Jember Akhirnya Kembali Normal

Sempat Lumpuh Diterjang Longsor dan Tanah Ambles, Jalur Neraka Kereta Api Jember Akhirnya Kembali Normal

Kereta api melintas di wilayah Daop 9 Jember setelah gangguan longsor dan tanah tergerus berhasil ditangani.--

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Perjuangan maraton petugas gabungan akhirnya berbuah manis. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 JEMBER kini resmi kembali normal dan aman dilalui, setelah sempat lumpuh akibat terjangan longsor dan gerusan tanah ekstrem.

​Sebelumnya, bencana alam ini melumpuhkan dua titik vital jalur besi: petak jalan Kalibaru - Mrawan (Kabupaten Banyuwangi) serta Sempolan - Ledokombo (Kabupaten Jember) pada Senin 2 November 2026 lalu. Insiden tersebut memicu rantai kepanikan berupa keterlambatan massal, skema pengalihan penumpang, hingga pembatalan perjalanan KA Pandanwangi.

BACA JUGA:Terancam Longsor! Jalan Setapak di Jember Retak Selama 30 Tahun, Kades: Saya Malu Sering Ditinjau Tanpa Aksi

​Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, memastikan bahwa seluruh jalur yang sebelumnya sempat "mencekam" kini telah steril dan dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal sejak Selasa hingga Rabu 4 November 2026 ini.


Mini kidi--

​“Alhamdulillah, saat ini seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal sesuai ketentuan perjalanan,” ujar Cahyo saat dikonfirmasi, Rabu.

​Cahyo merinci, pemulihan di titik tanah tergerus jalur Sempolan - Ledokombo telah rampung sepenuhnya. Meski demikian, bayang-bayang cuaca ekstrem membuat pihaknya memberlakukan siaga tingkat tinggi. Petugas diterjunkan untuk terus melakukan penguatan dan pemantauan berkelanjutan demi menjaga kestabilan badan jalan.

BACA JUGA:BPBD Jember Antisipasi Ancaman Longsor, Jalur Vital Jember–Banyuwangi Diperketat

​“Pekerjaan penguatan dan pemantauan kondisi prasarana tetap dilakukan secara kontinu guna menjaga kestabilan badan jalan dan memastikan keselamatan mutlak perjalanan kereta api,” tegasnya.

​Sementara itu, pertempuran melawan longsor di jalur Kalibaru - Mrawan dilakukan secara ekstra keras melalui pemasangan tiang pancang baja serta bronjong batu untuk menahan tebing yang labil. Setelah serangkaian uji kelayakan dan pemeriksaan ketat, jalur maut tersebut akhirnya dinyatakan aman.

​Berkat kerja keras tanpa kenal lelah tersebut, armada andalan seperti KA Tawangalun, Sritanjung, dan Pandanwangi kini kembali beroperasi normal tanpa hambatan. KAI turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petugas di lapangan serta kesabaran luar biasa yang ditunjukkan para penumpang selama masa krisis.

BACA JUGA:Retakan Tanah 40 Meter di Jalur Gumitir Jember, Ancaman Longsor Mengintai

​Meski situasi telah terkendali, KAI menolak lengah. Pengawasan di titik-titik rawan longsor kini diperketat secara drastis. Pemeriksaan jalur berkala, pemantauan kestabilan tebing, hingga normalisasi saluran drainase menjadi agenda harga mati untuk menghadang potensi bencana susulan.

​“Petugas kami tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemeriksaan rutin terhadap kondisi jalur, pemantauan kestabilan tanah dan tebing, serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Cahyo.

Sumber:

Berita Terkait