iklan ulta memorandum

Rumput Tetangga Lebih Hijau (3): Cinta yang Singgah pada Sukses yang Dibangun

Rumput Tetangga Lebih Hijau (3): Cinta yang Singgah pada Sukses yang Dibangun

-Ilustrasi-

Kisah itu mengalir, merayap dalam senyap di antara dinding-dinding rumah yang menyimpan lelah dan sisa-sisa waktu.

“Mas, kalau suatu hari kamu bisa mengulang hidup, apa kamu masih akan memilih aku?” tanya Rani saat bersiap tidur. 

Tete yang sibuk dengan ponselnya hanya menoleh sebentar. “Kok tiba-tiba tanya begitu?” 

BACA JUGA:Rumput Tetangga Lebih Hijau (1): Terperangkap dalam Bayang-Bayang Nadia

“Gak apa-apa. Cuma pengin tahu.” 


Mini kidi--

“Ya, gak usah mikir aneh-aneh.”

Rani terdiam. Ia hanya ingin mendengar satu kalimat sederhana, “Iya, aku tetap akan memilih kamu.” 

Namun malam itu, kalimat tersebut tidak pernah keluar. Rani mulai bertanya apakah ia benar-benar dicintai atau hanya dipilih untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.

Perubahan Tete bermula dari media sosial. Ia menemukan kembali Nadia, cinta pertamanya, yang kini sukses dan mapan. Tete menyesal karena dahulu meninggalkannya ketika belum siap berkomitmen. Kini, setelah Nadia berhasil, Tete merasa kehilangan.

Suatu sore, Tete pulang dan mendapati rumah berantakan serta Rani yang kelelahan. “Kamu seharian ngapain saja?” 

“Ngurus anak-anak, Mas.” 

“Kok rumah masih berantakan?” 

BACA JUGA:Rumput Tetangga Lebih Hijau (2): Membakar Bahtera Demi Mengejar Ilusi Masa Lalu

Sumber:

Berita Terkait