iklan ulta memorandum

Sentuhan Cinta Batik Jember Pikat Hati Generasi Muda hingga Mancanegara

Sentuhan Cinta Batik Jember Pikat Hati Generasi Muda hingga Mancanegara

Sosok Bram Safeo Lefta dan karyanya--

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Siapa yang menyangka, di balik gang-gang tenang sebuah kampung kecil di Kabupaten JEMBER, tersimpan cerita tentang ketekunan, mimpi besar, dan tangan-tangan terampil yang berhasil membawa warisan budaya leluhur menembus panggung fesyen internasional hingga ke jantung Manhattan, New York.

​Di balik perjalanan luar biasa itu, ada sosok Bram Safeo Lefta—seorang pria berhati tulus yang tak lelah memperkenalkan batik Jember ke kancah dunia, sekaligus meruntuhkan sekat-sekat kaku agar generasi muda kembali jatuh cinta pada warisan bangsanya.

BACA JUGA:Jalinan Matematika, Hutan Kalimantan, dan Bisikan Papua di Lembaran Batikmatika UIJ

​Safeo adalah nahkoda di balik Sang Nara Batik, Ketua Komunitas Batik Jember, sekaligus pemrakarsa Kampung Batik Talangsari yang terletak di RT 01/RW 07, Lingkungan Telengsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.


Mini kidi--

​Berkat dedikasi dan kolaborasinya dengan Bank Indonesia (BI), langkah kaki Safeo pernah menjejak panggung peragaan busana bergengsi di Manhattan, New York, pada awal 2020 silam. Sebuah pencapaian membanggakan yang membuktikan bahwa karya anak kampung mampu berbicara di panggung global.

BACA JUGA:Ascott Waterplace Surabaya dan BINUS SCHOOL Gelar Batik Painting Workshop untuk Anak

​“Bahkan di awal tahun 2020 itu kita pernah melakukan fashion show di luar, kerja sama dengan Bank Indonesia. Kita melakukan fashion show di Manhattan, New York,” kenang Safeo saat ditemui, Selasa 3 November 2026.

​Namun, di balik gemerlap panggung internasional tersebut, esensi sejati dari Kampung Batik ini berakar dari kisah yang sangat sederhana dan membumi: tentang para ibu rumah tangga yang dulunya hanya mengisi hari-hari di rumah, kini menemukan ruang untuk berkarya, mandiri, dan menopang ekonomi keluarga.

​“Jadi, sebenarnya Kampung Batik itu berasal dari masyarakat yang awalnya hanya sebagai ibu rumah tangga, tidak punya kegiatan atau penghasilan di bidang batik,” tuturnya hangat.

BACA JUGA:Batik Pewarna Alami Lamongan Masuk Tiga Besar DPD RI Awards 2026

​Dari niat tulus warga yang ingin belajar merajut malam dan mencanting, kampung ini bertransformasi menjadi sebuah simpul kehidupan. Nama "Kampung Batik" lahir bukan sekadar sebagai identitas wilayah, melainkan simbol kebanggaan bersama atas keringat dan kerja keras yang mereka bangun dari nol.

​Dalam berkarya, Safeo tetap setia merawat karakter khas batik Jemberan yang dikenal lewat sapuan warna-warna cerah, berani, dan tegas. Namun, ia juga menghadirkan napas baru dengan memadukan motif klasik dan kontemporer agar relevan dengan zaman.

​“Kalau kita masih ikut batik Jemberan, batik pesisiran yang warnanya ngejreng, warnanya berani, yang tegas. Cuma kebanyakan di Kampung Batik ini kita memadukan batik klasik sama batik kontemporer,” jelasnya.

Sumber:

Berita Terkait