BSI Scholarship Cetak Talenta Unggul, 500 Alumni dan Keluarga Keluar dari Kemiskinan
Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya (kiri) bersama Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Sandro Mihradi (tengah) saat peluncuran BSI Scholarship 2026.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Program BSI Scholarship yang digagas Bank Syariah Indonesia (BSI) telah memberikan manfaat kepada 21.153 pelajar dan mahasiswa, sekaligus membantu lebih dari 500 alumni bersama keluarganya keluar dari garis kemiskinan hingga Agustus 2026.
Program beasiswa tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi mandiri.
Dari total penerima manfaat, sebanyak 8.304 merupakan pelajar dan 12.849 mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan 190 mitra perguruan tinggi di Indonesia.
BACA JUGA:Ada Subsidi Pemerintah Rp3,2 Juta, Biaya Haji 2027 Makin Murah
Dampak pemberdayaan tersebut juga terlihat dari 70 alumni yang kini telah menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya mengatakan, capaian tersebut membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
"Program ini lebih dari sekadar memberikan bantuan pendidikan. Kami ingin membawa perubahan dan membangun keyakinan bahwa zakat merupakan instrumen keuangan syariah yang mampu mengubah masa depan anak bangsa ke arah yang lebih baik," ujar Arief, dikutip Memorandum, Senin 2 November 2026.

Mini kidi--
Menurutnya, keberhasilan program beasiswa tidak cukup diukur dari jumlah penerima maupun kelulusan akademik. Lebih dari itu, program harus mampu meningkatkan taraf hidup penerima manfaat hingga tumbuh menjadi pribadi mandiri.
Hingga saat ini, lebih dari 1.000 penerima BSI Scholarship telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana (S1). Sementara itu, sekitar 700 alumni telah bekerja dan memiliki penghasilan.
"Dari tangan yang dahulu menerima, kini tumbuh tangan-tangan yang memberi. Inilah makna zakat yang kami harapkan, yakni tidak berhenti pada bantuan, tetapi menjadi jalan pemberdayaan, membuka akses pendidikan, memutus rantai kemiskinan, dan melahirkan generasi mandiri," jelasnya.
BACA JUGA:Tak Tertampung di Negeri, Siswa Jatim Bisa Akses 143 Ribu Kuota Beasiswa Swasta dari Pemprov
Sumber:








