iklan ulta memorandum

Dindik Jatim Minta BKK Jemput Bola: Lulusan SMA-SMK Jangan Sampai Menganggur

Dindik Jatim Minta BKK Jemput Bola: Lulusan SMA-SMK Jangan Sampai Menganggur

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai dalam Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) mendorong sekolah lebih proaktif membuka akses pekerjaan bagi lulusan SMA dan SMK.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Memiliki ijazah dan keterampilan ternyata belum cukup untuk menjamin usai lulus sekolah langsung terserap dunia kerja. Akses informasi lowongan, jejaring perusahaan, hingga kesiapan menghadapi budaya industri menjadi faktor penting yang harus dipersiapkan sejak bangku sekolah.

Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Melalui penguatan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK), Dindik Jatim mendorong sekolah lebih proaktif membuka akses pekerjaan bagi lulusan SMA dan SMK.

Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus FBKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 oleh Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. Kegiatan yang diikuti 300 peserta tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan jejaring antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

BACA JUGA:Dindik Jatim Siapkan Tracer Study, Lulusan Pelatihan Vokasi Dipantau hingga Dunia Kerja

Aries menegaskan, jangan sampai lulusan yang sudah memiliki kompetensi justru kesulitan mendapatkan pekerjaan hanya karena minim informasi dan akses ke perusahaan.

"Jangan sampai murid sudah lulus, memiliki kompetensi, tetapi tidak mendapatkan informasi maupun akses untuk memasuki dunia kerja. Di sinilah peran BKK dan FBKK menjadi sangat penting," ujar Aries, yang dikutip Memorandum, di Surabaya, pada Senin, 2 November 2026.

Menurutnya, perkembangan dunia industri yang semakin dinamis menuntut sekolah tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

BACA JUGA:Dindik Jatim Siapkan SMA dan SMK Negeri di Jombang Jadi Tempat Transit Peserta Muktamar NU Ke-35

Karena itu, pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) tidak boleh sekadar menunggu informasi lowongan pekerjaan. Mereka harus aktif mendatangi perusahaan, membangun komunikasi dengan asosiasi industri, lembaga pelatihan, hingga berbagai mitra strategis yang berpotensi membuka kesempatan kerja.

Aries juga mengingatkan agar kemitraan yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau kerja sama formal. Harus ada hasil nyata yang bisa dirasakan para murid.

Mulai dari akses informasi lowongan, rekrutmen tenaga kerja, program pemagangan, pelatihan sesuai kebutuhan industri, hingga penempatan kerja.

"Semakin banyak jejaring yang dibangun akan semakin besar pula peluang yang dapat diakses oleh murid. Namun, kemitraan tersebut harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, bukan sekadar penandatanganan kerja sama atau hubungan formal antarlembaga," tegasnya.

BACA JUGA:Dindik Jatim Beri Penghormatan untuk Veteran, 581 Pejuang Didatangi Siswa dan Guru

Mantan Pj Wali Kota Batu ini juga mendorong FBKK membangun sistem pertukaran informasi antarsekolah. Dengan begitu, keberhasilan satu sekolah dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan bisa menjadi peluang bagi sekolah lainnya.

Sumber: