BNPB Ingatkan Papua Selatan Waspada Banjir dan Longsor di Tengah Karhutla
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi--Kompas
PAPUA SELATAN, MEMORANDUM.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah di PAPUA SELATAN mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring memasuki November 2026.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi meminta pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah.
BACA JUGA:BNPB Serahkan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana NTT, Pastikan Tahan Gempa
"Memasuki November, selain kita fokus pada penanganan karhutla, kita juga harus mewaspadai datangnya banjir. Jangan sampai ketika hujan deras datang, kita belum siap karena seluruh sumber daya masih terfokus pada penanganan kebakaran," ujar Kristomei dalam keterangannya yang dikutip Minggu 1 November 2026.
Berdasarkan catatan BNPB, sebanyak 46 dari total 80 kecamatan di Papua Selatan berstatus waspada terhadap potensi banjir atau tanah longsor pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026.
Karena itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan pembagian personel dan peralatan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir maupun tanah longsor.
BACA JUGA:Penanganan Karhutla Arjuno-Welirang, Pasuruan Fokus Padamkan Titik Api dan Jaga Keselamatan
Kristomei menyebut terdapat dua hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pertama, lahan yang baru terbakar kehilangan tutupan vegetasi sehingga lebih rentan terhadap limpasan air ketika hujan turun.
Kedua, sumber daya penanganan bencana saat ini masih banyak difokuskan untuk mengendalikan karhutla.
BACA JUGA:Cegah Karhutla TNBTS Meluas, Personel BKO Polda Jatim Gerak Cepat Padamkan Titik Api
Untuk itu, Kristomei meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Selatan dan BPBD kabupaten segera menginventarisasi ketersediaan serta kebutuhan peralatan, logistik, dan sarana pendukung penanganan bencana.
Hasil inventarisasi tersebut dapat diajukan kepada BNPB untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan prioritas penanganan di daerah.
Kristomei menegaskan, kesiapan menghadapi bencana harus berjalan beriringan dengan upaya pengendalian karhutla.
Sumber:










