Pelaku Penusukan di Jembatan Nginden Terpengaruh Minuman Keras
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan melihat proses pencarian pelaku di Sungai Jagir.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID — Polrestabes Surabaya akhirnya membeberkan kronologi sebenarnya dari kasus penusukan di kawasan Jembatan Nginden, Surabaya. Tindakan ini diambil untuk meluruskan berbagai informasi simpang siur yang sempat beredar di tengah masyarakat terkait insiden berdarah tersebut.
Insiden bermula dari aksi saling ejek antar pengemudi kendaraan roda empat yang melintas di sekitar jembatan, situasi dengan cepat memanas hingga berujung pada cekcok mulut dan perkelahian fisik di pinggir jalan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan membeberkan pertikaian ini diawali dari saling lempat ejekan antar pengguna roda empat.
"Peristiwa bermula pada tadi malam ketika terjadi gesekan antara dua pengendara mobil yang saling ejek di sekitar jembatan, yang kemudian berlanjut menjadi cekcok dan perkelahian," ujar Kombes Pol Luthfie.
Mini kidi--
Permasalahan akhrinya memuncak ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menyerang korban secara brutal.
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan korban yang mengalami luka tusuk serius saat ini harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
"Salah satu orang mengeluarkan pisau dan menusuk korban yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit," terangnya.
Usai ditusuk, korban sempat berteriak histeris meminta pertolongan. Warga serta pengguna jalan yang berada di lokasi langsung memberikan bantuan, akan tetapi pelaku penusukan panik langsung memutuskan melarikan diri dengan nekat menceburkan diri ke Sungai Jagir.
"Korban sempat berteriak minta tolong dan ditolong oleh massa yang kebetulan sedang ramai di lokasi, namun pelaku penusukan melarikan diri karena panik dan menceburkan diri ke Sungai Jagir," ungkapnya.
Ia mengungkapkan kondisi debit air sungai saat kejadian mencapai kedalaman delapan meter. Pelaku diduga kuat tidak memiliki kemampuan berenang.
"Kondisi air sungai pada saat itu sedang berada di puncak tertinggi dengan estimasi kedalaman mencapai delapan meter, dan kemungkinan besar pelaku tidak bisa berenang," jelasnya.
Lebih lanjut proses pencarian terhadap pelaku penusukan yang melompat ke sungai telah dilakukan secara intensif sejak malam kejadian hingga pagi hari.
"Pencarian telah dilakukan sejak tadi malam hingga pagi hari ini dengan melibatkan gabungan SAR dari Pemkot Pemerintah Kota Surabaya, SAR kita, serta relawan yang bahu-membahu melakukan pencarian," tutur Kombes Pol Luthfie.
Ia menambahkan, pelaku yang melompat ke sungai tersebut merupakan eksekutor penusukan, sementara rekan-rekannya yang lain telah diamankan untuk dimintai keterangan.
"Pelaku yang menceburkan diri tersebut juga melakukan penusukan terhadap korban, sementara beberapa orang lainnya saat ini sedang diperiksa sebagai saksi di Satreskrim Polrestabes Surabaya," tegasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif di balik aksi penganiayaan ini ditengarai akibat pengaruh minuman keras. Sebanyak empat orang pengendara mobil diduga dalam kondisi mabuk saat menegur kendaraan korban, hingga memicu adu mulut yang berujung penusukan.
"Motif dari kejadian ini berawal dari cekcok karena diduga keempat orang pengendara mobil dalam kondisi mabuk sehingga menegur mobil milik korban, yang kemudian memicu terjadinya cekcok dan penusukan di pinggir jalan," paparnya.
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengonfirmasi korban maupun pelaku merupakan warga Surabaya, sementara asal-usul senjata tajam yang digunakan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
"Sejauh ini, korban dan pelaku merupakan warga Surabaya, sementara untuk kepemilikan senjata tajam masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib," tutupnya. (yat)
Sumber:










