sumpah
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Antisipasi Cuaca Ekstrem, TPS Gelar Simulasi Angin Kencang

Antisipasi Cuaca Ekstrem, TPS Gelar Simulasi Angin Kencang

Briefing dan koordinasi sebelum Safety Drill Angin Kencang dipimpin oleh Didik Kurniawan, Senior Manager Pengelolaan Operasi TPS di Dermaga Internasional TPS.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Memasuki musim penghujan, PT Terminal Petikemas SURABAYA (TPS) meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Salah satunya melalui kegiatan Safety Drill Angin Kencang di area Dermaga Internasional TPS.

Simulasi ini digelar untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat akibat angin kencang yang berpotensi mengganggu keselamatan pekerja maupun aktivitas bongkar muat di terminal.

Dalam latihan tersebut, TPS menyimulasikan sejumlah skenario, mulai penghentian kegiatan bongkar muat akibat kecepatan angin yang melampaui batas aman pengoperasian crane, petikemas yang bergoyang karena terpaan angin, hingga pekerja yang terpapar angin kencang di area dermaga.

BACA JUGA: Kemenko Infrastruktur Tinjau TPS, Bahas Konektivitas Kereta Api dan Zero ODOL 2027

Selain itu, simulasi mencakup potensi material atau peralatan terbawa angin, hujan lebat yang mengurangi jarak pandang, serta gangguan sarana komunikasi utama yang dapat menghambat koordinasi saat keadaan darurat.


Mini kidi--

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur operasional, di antaranya operator alat, petugas layanan dermaga, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), manajemen operasional, serta tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Senior Manager Pengelolaan Operasi TPS Didik Kurniawan mengatakan, kesiapan menghadapi angin kencang menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan kelancaran operasional terminal, terutama selama musim penghujan.

BACA JUGA:Survei TPS Surabaya Catat 100 Persen Bebas Pungli dan Gratifikasi

"Memasuki musim penghujan, seluruh pekerja harus semakin fokus dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya angin kencang di area operasional. Melalui kegiatan drill ini, kami ingin memastikan setiap pekerja memahami risiko yang mungkin timbul, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta mampu merespons situasi dengan cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan," ujar Didik.

Menurut dia, latihan secara berkala merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan perusahaan. Setiap personel diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya, termasuk alur komunikasi serta langkah penanganan ketika terjadi kondisi darurat.

BACA JUGA:Rehabilitasi Pesisir, TPS Siapkan 15.000 Bibit Mangrove

Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kesiapan personel menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus mencegah gangguan operasional akibat cuaca ekstrem.

Melalui simulasi tersebut, TPS berharap kesadaran dan kompetensi pekerja dalam menghadapi keadaan darurat semakin meningkat. Dengan demikian, aktivitas terminal petikemas dapat berlangsung aman, andal, dan berkelanjutan.(rio)

Sumber:

Berita Terkait