sumpah
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

IPP Lamongan Capai 63,50, Pemuda Minta Ruang Kolaborasi Lebih Inklusif

IPP Lamongan Capai 63,50, Pemuda Minta Ruang Kolaborasi Lebih Inklusif

Bupati Yuhronur Efendi memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun di Alun-Alun Lamongan.--

 

LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID - Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Lamongan pada 2025 mencapai 63,50 dan masuk kategori baik, tetapi sejumlah aktivis kepemudaan menilai akses terhadap ruang kolaborasi dan program pemberdayaan masih perlu diperluas, terutama bagi pemuda di wilayah pelosok desa.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Alun-alun Lamongan, Rabu 28 Oktober 2026.

BACA JUGA:157 Ribu UMKM Lamongan Didorong Go Digital, Pak Yes Bidik Pasar TikTok Shop

Dalam amanatnya, Yuhronur menegaskan komitmen Pemkab Lamongan untuk menjadikan daerahnya sebagai ruang yang ramah bagi pengembangan generasi muda. Upaya tersebut juga telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Pemerintah Kabupaten Lamongan terus membuka ruang pengembangan pemuda melalui Megpreneur, Perintis, Lamongan Nyantri, Young Entrepreneur Success, dan Generasi Emas Lamongan. Kami juga siap mendengar gagasan konstruktif dari diaspora pemuda Lamongan yang tersebar di berbagai belahan dunia sebagai kekuatan ekonomi dan sosial daerah," ujar bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.


Mini kidi--

Sebagai bentuk apresiasi, Yuhronur juga menyerahkan penghargaan kepada 10 Pemuda Pelopor Desa Kabupaten Lamongan 2026. Para penerima penghargaan berkiprah di berbagai bidang, mulai kewirausahaan, seni budaya, ekonomi digital, lingkungan, hingga sosial kemasyarakatan.

Di sisi lain, capaian IPP tersebut mendapat catatan kritis dari kelompok pemuda. Perwakilan aliansi pemuda daerah menilai sejumlah program yang didanai APBD, seperti Megpreneur dan Perintis, belum sepenuhnya menjangkau pemuda di pelosok desa secara merata.

BACA JUGA:Jembatan Talunrejo Penghubung Lamongan-Bojonegoro Dibangun Lagi, Pak Yes Kejar Proyek Strategis

Mereka mendesak pemerintah memperluas akses program dan menyederhanakan birokrasi agar pemuda dari berbagai latar belakang dapat terlibat dalam kegiatan pemberdayaan.

Selain itu, akses terhadap ruang kolaborasi dan bantuan modal usaha dinilai perlu diperkuat agar tidak berhenti pada program formalitas atau seremoni. Dengan demikian, capaian IPP diharapkan sejalan dengan kesempatan nyata bagi pemuda untuk berinovasi, mengembangkan usaha, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sumber:

Berita Terkait