Dukung Kampanye Stop Bullying, Persebaya Bawa10 Anak Down Syndrome ke GBT
Pemain Persebaya menggandeng penyandang down syndrome berfoto bersama sebelum laga melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Sebanyak 10 anak penyandang down syndrome mengampanyekan gerakan Stop Bullying saat mendampingi pemain memasuki lapangan sebagai player escort di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dalam laga Persebaya melawan Madura United.
Dengan membentangkan pesan bertuliskan "Stop Bullying", anak-anak tersebut mengajak masyarakat menghormati perbedaan dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk tumbuh, berkembang, serta merasa aman di lingkungan sosial.
BACA JUGA:Toni Firmansyah Minta Persebaya Tetap Rendah Hati Meski Menang Lawan Madura United
Kampanye ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, penerimaan, dan perlakuan yang setara. Perundungan dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis anak sehingga perlu dicegah melalui kepedulian bersama.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya, Ram Surahman, mengapresiasi partisipasi anak-anak tersebut dalam menyuarakan gerakan antiperundungan. Menurutnya, sepak bola memiliki pengaruh besar sebagai sarana menyebarkan pesan positif dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Mini kidi--
“Kami ingin Stadion Gelora Bung Tomo menjadi tempat yang terbuka bagi semua. Kehadiran anak-anak ini membawa pesan penting bahwa setiap anak berhak dihargai dan mendapatkan kesempatan yang sama. Kami berharap pesan Stop Bullying ini bisa sampai kepada siapa pun yang menyaksikan pertandingan,” ujar Ram.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas, khususnya anak-anak Down syndrome, agar mereka memperoleh ruang untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan tanpa diskriminasi.
BACA JUGA:Persebaya Store Hadir Lagi di Bandara Internasional Juanda
“Harapannya, kita semua bisa semakin menghargai perbedaan dan tidak memberikan ruang bagi perundungan. Setiap anak punya hak untuk merasa aman, diterima, dan menunjukkan kemampuannya. Mari bersama-sama membangun lingkungan yang lebih peduli, dimulai dari hal sederhana di sekitar kita,” tambahnya.
Sumber:










