Ning Lia Ajak Ibu Jadi Benteng Anak dari Bahaya Dunia Digital
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak kaum perempuan mengambil peran aktif dalam melindungi anak dari berbagai ancaman dunia digital.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Ancaman judi online, pinjaman online (pinjol), hingga informasi menyesatkan di media sosial kian menjadi tantangan dalam mendampingi anak di era digital. Peran ibu dinilai penting untuk membangun kesadaran anak agar tidak mudah terjebak konten negatif di internet.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak kaum perempuan mengambil peran aktif dalam melindungi anak dari berbagai ancaman tersebut. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan pendampingan keluarga dan penguatan karakter.
BACA JUGA:Ning Lia Dorong Mahasiswa Tak Cuma Jadi Penonton, Berani Kawal Regulasi
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Wanita LDII Jawa Timur bertema Membangun Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital sebagai Ruang yang Aman, Sehat, dan Ramah untuk Anak di Surabaya

Mini kidi--
Ning Lia menyoroti kebiasaan anak mengakses media sosial, termasuk TikTok, yang memungkinkan mereka menerima beragam informasi dalam waktu singkat. Namun, derasnya arus konten belum tentu diimbangi kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.
"Mereka bisa terpapar judi, pinjol, maupun yang lain-lain," ujar Ning Lia, Selasa, 27 Oktober 2026.
BACA JUGA:Dari Jakarta ke Sidoarjo, Ning Lia Dampingi Santri Pulihkan Trauma Keracunan MBG
Ia juga mengingatkan fenomena post-truth, ketika emosi dan keyakinan seseorang lebih dominan memengaruhi penerimaan informasi dibandingkan fakta objektif. Dalam situasi tersebut, informasi yang terus berulang dapat dianggap benar meskipun belum terbukti kebenarannya.
Karena itu, Ning Lia menilai keluarga perlu membangun kebiasaan berdialog dengan anak mengenai aktivitas mereka di dunia digital. Pendampingan tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai, tetapi juga harus disertai pendidikan mengenai risiko, etika, dan tanggung jawab dalam menggunakan internet.
BACA JUGA:Jelang Muktamar NU Ke-35, Ning Lia Turun Langsung Fogging Pesantren di Tambakberas Jombang
Ia turut mendorong perempuan LDII Jawa Timur memperkuat peran dalam membangun keluarga harmonis sekaligus menjaga moral generasi penerus bangsa.
Ning Lia berharap organisasi keagamaan dan perempuan dapat menjadi ruang penguatan nilai Pancasila, persatuan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Bagaimana LDII menjadi ruang utama santri sebagai penjaga moralitas bangsa," ungkap alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Sumber:









