Merajut Harapan, Kalapas Jember Siapkan Keterampilan Hidup Warga Binaan
Kalapas) Jember, Wahyu Susetyo, memimpin langsung penebaran 10.000 bibit ikan lele--
JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Di balik dinding pembatas Lapas Kelas IIA Jember, secercah harapan kembali ditebar. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masa depan warga binaan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Jember, Wahyu Susetyo, memimpin langsung penebaran 10.000 bibit ikan lele di area kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu 24 Oktober 2026.
BACA JUGA:Lapas Jember Sematkan Kenaikan Pangkat kepada Dua Pegawai, Golongan III/b dan IV/b
​Bukan sekadar rutinitas atau kelanjutan program, langkah ini menjadi simbol optimisme. Menyusul kesuksesan panen-panen sebelumnya, area SAE terus dihidupkan sebagai ruang transformasi—tempat di mana jeruji besi tidak lagi menjadi batasan untuk belajar, melainkan titik balik bagi seseorang untuk merajut kembali masa depannya.
​Di kolam-kolam inilah para warga binaan ditempa dengan keahlian nyata. Mulai dari merawat, memberi pakan, hingga memanen, semuanya dikerjakan dengan penuh ketekunan oleh tangan-tangan mereka yang sedang bersiap menyambut lembaran baru kehidupan di luar sana.
​BACA JUGA:Belajar dari Nol, Warga Binaan Lapas Jember Perkuat Jiwa Lewat Baca Tulis Alquran

Mini kidi--
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Susetyo menyampaikan pesan mendalam bahwa esensi utama dari pembinaan ini adalah mengembalikan rasa percaya diri dan kemandirian para warga binaan.
​"Penebaran 10.000 bibit lele hari ini adalah komitmen kita bersama untuk merawat asa mereka. Setelah beberapa kali sukses memanen hasil yang memuaskan, kolam SAE harus terus hidup dan produktif. Kami ingin keterampilan budidaya ini menjadi bekal yang kuat, pegangan hidup, agar kelak ketika mereka kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat, mereka bisa berdiri tegak, mandiri, dan diterima dengan baik," ujar Wahyu penuh kehangatan.
BACA JUGA:Lapas Jember Apresiasi Karya Warga Binaan, Bukti Kesalahan Masa Lalu Bukan Akhir
​Melalui sentuhan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Jember terus membuktikan bahwa tempat pembinaan narapidana dapat bertransformasi menjadi kawah candradimuka—mencetak individu-individu tangguh yang siap menatap masa depan dengan penuh harga diri. (edy)
Sumber:









