Sampah Elektronik Menumpuk, Ini Cara Daur Ulang untuk Cegah Pencemaran
Perangkat elektronik yang tidak terpakai perlu dikelola dan disalurkan melalui jalur daur ulang yang aman untuk mengurangi pencemaran lingkungan.--Artificial Intelligence (AI)
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Perkembangan teknologi yang mendorong penggunaan berbagai perangkat elektronik meningkatkan kebutuhan pengelolaan sampah elektronik secara aman untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Telepon genggam, komputer, laptop, televisi, dan berbagai perangkat elektronik lainnya kini menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul persoalan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu meningkatnya sampah elektronik atau electronic waste (e-waste).
Sampah elektronik merupakan barang elektronik yang sudah tidak digunakan, rusak, atau tidak lagi memiliki nilai guna bagi pemiliknya.
Jenis sampah ini mencakup berbagai perangkat, mulai dari telepon genggam lama, baterai, kabel, komputer, hingga peralatan rumah tangga elektronik.

Mini kidi--
Berbeda dengan sampah organik yang dapat terurai secara alami dalam kondisi tertentu, perangkat elektronik mengandung berbagai bahan yang membutuhkan penanganan khusus.
BACA JUGA:Kreativitas Tanpa Batas Warga Mendaur Ulang Sampah di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede
Sebagian komponennya mengandung logam bernilai, sedangkan komponen lainnya dapat mengandung zat berbahaya apabila tidak dikelola dengan benar.
Kebiasaan Mengganti Perangkat Memperbesar Persoalan
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya sampah elektronik adalah kebiasaan mengganti perangkat sebelum masa pakainya benar-benar berakhir.
Perubahan tren, kebutuhan teknologi, kerusakan komponen, serta keterbatasan dukungan perangkat lunak dapat mendorong konsumen membeli produk baru.
Di sisi lain, sebagian perangkat yang masih dapat diperbaiki justru disimpan di rumah tanpa digunakan kembali.
Sumber:









