sumpah
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

OJK Ungkap Capaian TPAKD, Kredit Sektor Prioritas Tembus Rp5,41 Triliun

OJK Ungkap Capaian TPAKD, Kredit Sektor Prioritas Tembus Rp5,41 Triliun

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Akses masyarakat terhadap pembiayaan formal terus diperluas. Hingga 2026, program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mencatat penyaluran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) mencapai Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur.

Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. 

Program ini menjadi upaya memperluas pilihan pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan dukungan modal tanpa harus bergantung pada pinjaman informal dengan beban yang memberatkan.

BACA JUGA:Gelar Gathering Bersama 40 Wartawan Sekarkijang, OJK Jember Bedah Dinamika Ekonomi Daerah

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, keberadaan TPAKD merupakan bentuk kerja sama lintas sektor untuk memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.


Mini kidi--

"Ini adalah mendukung Asta Cita Bapak Presiden, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Friderica, yang dikutip Memorandum pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Saat ini, terdapat 552 TPAKD yang telah terbentuk di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia. Tim tersebut menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk menghadirkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

BACA JUGA:OJK dan BEI Beri Tips Investasi Agar Tidak Boncos

Friderica memaparkan, selain pembiayaan melalui program K/PMR, kredit untuk sektor prioritas telah mencapai Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.

"Hasilnya sangat nyata bisa kita lihat di sini bahwa beberapa program unggulan kita, Bapak, yaitu adalah program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur, kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur," katanya.

Upaya memperluas akses keuangan juga menyasar kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan formal. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), misalnya, telah mencapai 59,36 juta rekening atau setara 88,83 persen dari segmen pelajar Indonesia.

BACA JUGA:NPL Situbondo 29,87 Persen, OJK Sebut Kredit Bermasalah Korporasi Jadi Pemicu

Sementara itu, layanan Laku Pandai telah menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta masyarakat masuk ke sistem keuangan formal. Layanan ini sekaligus mendukung penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Sumber:

Berita Terkait