Dalami Potensi Pencemaran, DLH Gresik Uji Lab Cairan Stearin Laka Truk Tangki di Kebomas
Petugas DLH Gresik mengambil sampel tanah dan cairan strearin pasca laka truk di Jalan Wahidin SH untuk diuji lab.--
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup GRESIK mendalami potensi pencemaran lingkungan imbas kecelakaan truk tangki di Jalan Wahidin SH, pertigaan Masjid Agung Kecamatan Kebomas. Sebab, 2000 liter cairan stearin atau bahan baku sabun tumpah usai tangki robek.
DLH pun telah memanggil pihak perusahaan pemilik material carian yang diangkut truk tangki tersebut untuk dimintai keterangan. Selain itu, petugas juga melakukan uji lab terhadap cairan yang meluber di jalan raya dan saluran air tepi jalan.
BACA JUGA:Kelola Limbah Tak Sesuai Prosedur, DLH Gresik Segel 4 Tambak Udang di Ujungpangkah
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Gresik, Jauzi, mengatakan bahwa selain menguji material yang diduga stearin itu, DLH juga melakukan uji lab sampel media tanah yang tercemar tumpahan cairan di lokasi.

Mini kidi--
“DLH telah melakukan pengambilan sampel minyak atau bahan yang tumpah dan melakukan pengambilan sampel padatan berupa media tanah yang tercemar cairan di lokasi kejadian,” kata Jauzi, Kamis 22 Oktober 2026.
BACA JUGA:DLH Gresik Bakal Sanksi PT Wings atas Pencemaran Kali Surabaya
Menurutnya, cairan yang diangkut truk tangki milik PT. Maritim Kencana Sakti Surabaya itu membeku usai tumpah ke jalan raya. Petugas DPUTR Gresik dan kepolisian pun melakukan pengurugan tanah karena aspal menjadi licin, sehingga membayakam pengguna jalan.
Dirinya menambahkan, bahwa perusahaan pemilik armada juga telah diminta untuk melakukan pembersihan bahan yang tumpah di jalan dan trotoar.
“DLH juga memerintahkan pihak perusahaan pemilik armada agar melakukan pengelolaan terhadap limbah atau sisa hasil pembersihan tersebut,” tandasnya.
BACA JUGA:Wisata Jati Sewu Disoroti Usai Bocah Tewas di Kolam Renang, DLH Gresik Dalami Dampak Lingkungan
Meski begitu, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil lab untuk mengetahui apakah cairan tersebut memiliki dampak berbahaya terhadap lingkungan.
Seperti diketahui, peristiwa itu bermula saat truk tangki bernopol L 9112 UY yang disopiri Muhammad, warga Krembangan, Surabaya, terguling dan robek. Ia mengaku membanting setir usai menghindari pengendara motor yang nekat menerobos lampu merah.
Cairan di dalam tangki yang robek pun tumpah memenuhi jalan raya sehingga menjadi licin, serta membuat sejumlah pengendara jatuh tergelincir.(rez)
Sumber:









