Karhutla Arjuno Rusak 10 Km Pipa Air Bersih, Khofifah Minta Bantuan Water Bombing
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat mengunjungi posko penanganan karhutla di Prigen.--
PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pasuruan, Selasa 20 Oktober 2026 malam. Sekaligus meminta bantuan helikopter water bombing dan menegaskan keselamatan petugas serta relawan sebagai prioritas utama.
Dalam rapat koordinasi di posko penanganan kebakaran di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Khofifah menekankan bahwa upaya pemadaman harus mempertimbangkan kondisi medan yang terjal, arah angin, serta kecukupan alat pelindung diri (APD).
BACA JUGA:Khofifah Siapkan Santunan Rp40 Juta bagi Keluarga Empat Korban Karhutla Bromo
Penegasan tersebut disampaikan menyusul kabar gugurnya lima relawan akibat karhutla di kawasan Gunung Bromo setelah terhempas angin kencang. Sementara itu, satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
“Kita semua berduka. Per hari ini Dinsos dan BPBD Jatim sudah bertakziah ke rumah duka lima relawan yang gugur. Untuk korban yang dirawat, seluruh biayanya ditanggung Pemprov Jatim,” ujar Khofifah.

Mini kidi--
Hingga kini, sebanyak 493 personel gabungan masih disiagakan untuk memadamkan api yang terdeteksi di 92 titik panas (hotspot) di kawasan Arjuno, wilayah Tahura Raden Soerjo.
Selain merusak ekosistem hutan, karhutla juga menyebabkan kerusakan sepanjang 10.260 meter pada jaringan pipa air bersih di tiga desa penyangga di Kabupaten Pasuruan, yakni Desa Tambaksari, Jatiarjo, dan Dayurejo.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan menyalurkan air bersih sebagai penanganan jangka pendek. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan sumur bor dan penarikan jaringan pipa baru dari sumber air terdekat.
BACA JUGA:Pimpin Upacara HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Soroti Kemiskinan Ekstrem dan Ketahanan Pangan
Guna mempercepat pemadaman di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau, Pemprov Jatim telah mengajukan bantuan helikopter water bombing.
Selain upaya teknis, Khofifah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026. Surat edaran tersebut mengimbau seluruh bupati/wali kota, organisasi masyarakat Islam, pesantren, dan masyarakat Jawa Timur untuk menggelar salat istisqa secara masif guna memohon turunnya hujan.
BACA JUGA: Kebakaran Arjuno-Welirang Dekati Permukiman, Jarak Titik Api Capai 2 Kilometer
“BMKG memprediksi hujan baru akan turun sekitar Desember hingga Februari 2027. Selain ikhtiar teknis, mari kita perkuat ikhtiar spiritual memohon rahmat hujan,” tegasnya.
Sumber:









