iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Kebakaran Arjuno-Welirang Dekati Permukiman, Jarak Titik Api Capai 2 Kilometer

 Kebakaran Arjuno-Welirang Dekati Permukiman, Jarak Titik Api Capai 2 Kilometer

Karhutla kawasan Arjuno-Welirang yang terjadi sejak Jumat, 16 Oktober 2026.-Dok. BPBD Jatim.-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, terus menjadi perhatian. Hingga Selasa, 20 Oktober 2026, titik api dilaporkan berada sekitar 2–3 kilometer dari permukiman warga.

Meski belum berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, jarak kebakaran yang kian menjadi perhatian tersebut mendorong petugas gabungan meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi pergerakan api.

BACA JUGA:Jatim Jajaki Investasi AS di Luar Sektor Tambang, Bidik Pertanian hingga Peternakan

Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas harian warga di sekitar kawasan terdampak masih berjalan normal.

"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2–3 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," ujar Amrul saat dikonfirmasi, Selasa 20 Oktober 2026.

BACA JUGA:Erupsi Gunung Semeru, BPBD Jatim Pastikan Aktivitas Warga Masih Aman dan Normal

Kebakaran ini dilaporkan mulai terjadi pada Jumat 16 Oktober 2026 petang. Titik api pertama kali terpantau di Puncak Arjuno. Dalam perkembangan selanjutnya, api juga terpantau di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Amrul menjelaskan, berdasarkan pemantauan radar Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi), sejumlah titik api masih terdeteksi di kawasan Arjuno-Welirang.

BACA JUGA:BPBD Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Rumah Sakit Lewat Simulasi di RSUD dr Soetomo

"Berdasarkan pantauan dari radar Sipongi saat ini di wilayah Arjuno-Welirang masih terdapat titik api," jelasnya.

Saat ini, petugas gabungan terus memantau perkembangan kebakaran untuk memetakan pergerakan api sekaligus menentukan langkah penanganan dan pemadaman yang diperlukan.


Mini kidi--

BPBD Jatim memastikan belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, luas kawasan hutan yang terbakar masih dalam proses pendataan. Penyebab munculnya api juga belum diketahui karena masih diselidiki petugas.

"Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas," tandasnya.

Sumber: