Bupati Lamongan Jawab Kritik DPRD soal PAD, Infrastruktur, dan Anggaran 2027
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin 19 Oktober 2026.--
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjawab kritik fraksi di DPRD terhadap Raperda APBD TA 2027 dengan memaparkan strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), prioritas pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pengentasan kemiskinan dalam rapat paripurna, Senin 19 Oktober 2026.
Rapat paripurna penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Lamongan Kacung Purwanto. Hadir dalam sidang itu Wakil Bupati Dirham Akbar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA:DPRD Lamongan Bedah APBD 2026: Fraksi Soroti Jalan, Banjir dan UMKM
Sebelumnya, fraksi-fraksi DPRD menyoroti target PAD yang dinilai kurang realistis, minimnya alokasi belanja pembangunan, serta belum optimalnya solusi untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan.

Mini kidi--
Wakil Ketua I Kacung Purwanto menegaskan, dewan akan mengawal komitmen pemerintah daerah agar jawaban atas pandangan umum fraksi tidak berhenti sebagai formalitas, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Merespons masukan tersebut, Yuhronur menyampaikan apresiasi atas pandangan dan evaluasi yang diberikan fraksi-fraksi DPRD. Ia memaparkan empat fokus strategis Pemkab Lamongan dalam penyusunan APBD 2027.
"Pertama, mengoptimalkan target PAD melalui digitalisasi dan intensifikasi pajak. Kedua, memprioritaskan belanja modal untuk sektor vital, terutama perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan serta mitigasi banjir," sebutnya.
BACA JUGA:Kebut Konektivitas dan Air Bersih, Bupati Lamongan Bersama Ali Mufthi Cek Proyek PISEW 2026
Selanjutnya, tambah Pak Yes sapaan akrabnya, memperkuat perekonomian sektor pertanian dan perikanan melalui pemenuhan kebutuhan pupuk serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Terakhir, mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui efisiensi belanja operasional dan pengendalian program nonprioritas. Pemkab Lamongan berharap strategi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2027," tutup Pak Yes.
Sumber:









