iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Arus Petikemas TTL Tembus 2,29 Juta TEUs, Tumbuh 12,54 Persen

Arus Petikemas TTL Tembus 2,29 Juta TEUs, Tumbuh 12,54 Persen

Arus petikemas di tiga terminal yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus meningkat. Hingga akhir September 2026, perusahaan mencatat arus petikemas tumbuh 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Arus petikemas di tiga terminal yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus meningkat. Hingga akhir September 2026, perusahaan mencatat Arus petikemas mencapai 2.299.342 TEUs atau tumbuh 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian tersebut didukung peningkatan konektivitas pelayaran internasional, penguatan layanan domestik, serta optimalisasi operasional di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

BACA JUGA:TTL Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura, Kinerja Petikemas Tumbuh 12,38 Persen

Manager Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong Dahlia Permata Sari mengatakan, pertumbuhan arus petikemas mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran dan pengguna jasa terhadap layanan TTL.


Mini kidi--

Menurut dia, peningkatan volume harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin cepat, aman, dan andal.

“Yang kami syukuri bukan hanya bertambahnya jumlah petikemas, tetapi juga semakin banyaknya kapal dan pelanggan yang mempercayakan kegiatan logistiknya kepada terminal kami,” ujar Dahlia.

BACA JUGA:TTL Edukasi Siswa Pilah Sampah Sejak Dini

Dari sisi internasional, kinerja TPK Teluk Lamong turut didorong kehadiran dua layanan pelayaran baru, yakni CSE Service dan SCJX Service, sepanjang Januari hingga September 2026.

Selain layanan reguler, terminal tersebut juga menerima 25 kunjungan kapal internasional nonreguler atau ad hoc call dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs.

Dahlia berharap, bertambahnya konektivitas pelayaran dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor melalui Jawa Timur.

BACA JUGA:TTL-OOCL Perkuat Sinergi, Dorong Surabaya Jadi Hub Logistik Indonesia Timur

Sementara itu, TPK Nilam mencatat arus petikemas domestik sebesar 415.082 TEUs hingga September 2026. Angka tersebut meningkat dari 357.536 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 16 persen.

Pertumbuhan tersebut antara lain didukung peningkatan muatan layanan Caraka Tirta Perkasa dengan tujuan Makassar serta Meratus menuju Kendari. Optimalisasi layanan kapal Tanto pada rute Ambon dan Sorong juga mendukung distribusi barang ke kawasan Indonesia timur.

Sumber:

Berita Terkait