iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Pacu Pemerataan Wilayah, Realisasi Megaproyek Jamula Lamongan Capai 70 Persen

Pacu Pemerataan Wilayah, Realisasi Megaproyek Jamula Lamongan Capai 70 Persen

Realisasi mega proyek Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula)--

LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID — Realisasi megaproyek Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) per Selasa, 13 Oktober 2026, resmi menyentuh angka 70 persen. Sebanyak 45 ruas jalan sepanjang 33.049 meter telah tuntas dibangun dari total target 57 ruas jalan sepanjang 41.515 meter. Sisa 12 ruas jalan kini tengah dikejar agar rampung sebelum akhir tahun 2026.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan demi menciptakan keadilan dan pemerataan infrastruktur antar-kecamatan. Guna memaksimalkan hasil, Pemkab Lamongan menyinergikan anggaran daerah dengan program pusat, seperti Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

"Program harus saling dukung sesuai kebutuhan masyarakat. IJD dan PISEW kita sinergikan dengan Jamula agar manfaatnya merata di seluruh wilayah," ujar Pak Yes saat meninjau lokasi proyek bersama jajaran anggota DPR RI.

BACA JUGA:JAMULA Tembus 75%, Bupati Lamongan Raih Penghargaan IJTI Pantura Raya


Mini kidi--

Sejumlah capaian konkret dari sinergi ini meliputi:

  • PISEW Sidomlangean–Nglebur: Tuntas sepanjang 360 m & 180 m untuk mendongkrak akses ekonomi pertanian di Kedungpring.
  • PISEW Kedungbanjar–Kedungdadi: Tuntas sepanjang 271 m & 150 m untuk memperkuat konektivitas antardesa.
  • IJD Made–Plembon: Memasuki tahap lelang sepanjang 1.900 m sebagai jalur penunjang lumbung pangan padi.

Meski progres diklaim berjalan cepat, proyek ini tidak lepas dari sorotan tajam. Sejumlah warga Lamongan menuntut keadilan nyata agar pembangunan infrastruktur tidak timpang dan menumpuk di wilayah tertentu saja.

BACA JUGA:Defisit Rp161 Miliar, APBD Perubahan Lamongan 2026 Fokus JAMULA dan Lamongan Sehat


Gempur Rokok Illegal--

Kritik keras juga datang dari Senayan. Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, yang turun ke lapangan bersama Ahmad Labib (Komisi VI) dan Eko Wahyudi (Komisi IV), mengingatkan Pemkab Lamongan agar proyek PISEW dan IJD ini langsung berdampak pada mobilitas petani, mengingat Lamongan adalah salah satu lumbung pangan nasional.

Ali Mufthi memperingatkan, jika proses lelang jalan Made–Plembon sampai molor, distribusi hasil panen raya dipastikan bakal terganggu dan merugikan petani.

Merespons tuntutan warga dan peringatan DPR, Pemkab Lamongan berjanji akan mengimbangi pembangunan fisik ini melalui program Lamongan Menyala. Ribuan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dipasang di sisa ruas jalan yang belum tersentuh guna menjamin keamanan dan keselamatan pengendara di malam hari.

Sumber:

Berita Terkait