Dewan Pendidikan Jatim Bakal Diisi Lintas Profesi, Pengusaha hingga Seniman Dibidik
Anggota Tim Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan Jatim, Suko Widodo didampingi oleh Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. --
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2026–2030 diharapkan tidak hanya diisi kalangan akademisi. Pengusaha, budayawan, hingga seniman juga berpeluang bergabung untuk memperkaya perspektif dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Anggota Tim Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan Jatim, Suko Widodo, mengatakan, calon anggota terpilih harus memiliki pengalaman, kematangan berpikir, serta visi ke depan untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
BACA JUGA:Selamatkan Warisan Ulama, Gubernur Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats di UINSA
Menurutnya, perubahan teknologi telah mengubah cara murid belajar dan mengakses informasi. Kondisi ini menuntut tenaga pendidik maupun Dewan Pendidikan untuk terus beradaptasi agar pendidikan di Jatim tidak tertinggal.
"Orang-orang yang harus cocok di zamannya. Jadi, zaman ini kita tahu bahwa era digital perubahannya luar biasa, kita harus belajar betul. Karena itu, kita memang mencari orang-orang yang mumpuni," kata Suko, Selasa, 13 Oktober 2026.
BACA JUGA: Lontarkan Dugaan Candaan Berbau Pelecehan Verbal, Dosen UPN Veteran Jatim di Nonaktifkan
Ia menegaskan, kesiapan menghadapi perubahan zaman tidak cukup hanya dibebankan kepada guru. Dewan Pendidikan juga memiliki peran penting dalam memberikan masukan dan mengingatkan pemangku kebijakan mengenai kebutuhan transformasi pendidikan.
"Kalau gurunya tidak disiapkan, kalau kemudian Dewan Pendidikan juga tidak mengingatkan hal semacam itu, saya kira juga kita akan ketinggalan," ujarnya.

Mini kidi--
Suko menilai, keberagaman latar belakang calon anggota dapat membantu Dewan Pendidikan melihat persoalan pendidikan secara lebih luas. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan etika, serta pengembangan bakat dan minat murid.
BACA JUGA:Keisha Aqilla Rafanda Siswa SD Raih Gold Award Lewat Camilan Kelapa Tanpa Gula
Keterlibatan budayawan dan seniman, misalnya, diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap potensi peserta didik di bidang seni dan budaya. Begitu pula kalangan profesional dari sektor lain yang memiliki kepedulian serta kontribusi nyata terhadap pendidikan.
"Jadi komposisinya agak lengkap, tapi yang punya kontribusi terhadap pendidikan," tuturnya.
Lebih jauh, Suko berharap pendidikan Jatim mampu meningkatkan daya saing hingga tingkat internasional. Menurutnya, potensi tersebut didukung keberadaan sekolah berorientasi internasional serta pondok pesantren yang mampu menarik peserta didik dari berbagai daerah, bahkan negara lain.
Sumber:








