Teror Tokek di Dapur Kontrakan, Mahasiswi Jember Histeris Minta Bantuan Damkar
Seekor tokek yang menguasai area dapur indekos mahasiswa.--
​JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Suasana malam di sebuah rumah kontrakan mahasiswi di Perumahan Green Tegal Gede Residence Blok G-51, JEMBER, mendadak berubah mencekam. Bukan karena maling atau hantu, para penghuni justru dibuat histeris ketakutan akibat kemunculan seekor tokek yang menguasai area dapur mereka. Tak mampu berbuat banyak, mereka akhirnya memilih memanggil pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk melumpuhkan hewan tersebut.
​Drama menegangkan ini bermula ketika salah satu mahasiswi berinisial DN (20) mengirimkan pesan darurat lewat akun Instagram resmi Damkarmat pada malam hari. Laporan kepanikan itu langsung direspons cepat oleh petugas yang menerima sinyal SOS sekitar pukul 21.23 WIB.
BACA JUGA:Armada Damkar Mogok, Lautan Api Hanguskan Gudang Plastik di Jember Jadi Arang
​Tanpa buang waktu, Tiga personel Regu A Mako Damkarmat Satpol PP Pemkab Jember langsung meluncur ke lokasi dengan mengendarai mobil rescue.

Mini kidi--
​Anggota Mako A Damkarmat Pemkab Jember, Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa situasi di lokasi sempat diwarnai kepanikan luar biasa karena seluruh penghuni kontrakan adalah perempuan.
​"Jadi awalnya kami dihubungi oleh salah seorang penghuni rumah kontrakan. Menyampaikan jika di rumahnya ada tokek. Karena semua penghuni perempuan, mereka panik luar biasa gara-gara keberadaan tokek itu," ujar Aris saat dikonfirmasi di Jember, Senin 12 Oktober.
​Setibanya di lokasi, petugas langsung bergerak siaga menyisir area dapur yang menjadi sarang persembunyian sang tokek. Dengan menggunakan insting profesional, petugas akhirnya mendapati hewan melata berukuran sebesar jempol orang dewasa itu bersembunyi rapat di balik lemari es.
​Aksi kejar-kejaran kecil sempat terjadi. Ketika hendak ditangkap, tokek tersebut mendadak gesit berpindah tempat ke sekitar rak bekas di dekat area cuci piring. Namun, kelihaian hewan tersebut tak mampu mengalahkan kesigapan petugas Damkar. Dalam waktu sekitar 10 menit saja, teror di dapur itu resmi berakhir setelah tokek berhasil diamankan.
​"Tapi mungkin karena penghuni rumah semuanya perempuan, jadi mereka tidak berani dan memilih menghubungi Damkar untuk menangkapnya," imbuh Aris.

Gempur Rokok Illegal--
​Sebagai penutup dari drama malam itu, tokek pengacau tersebut langsung diamankan ke dalam wadah khusus. Petugas kemudian membawa hewan tersebut untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, jauh dari permukiman warga, agar tidak lagi menebar teror dan memicu kepanikan serupa di kemudian hari.
​"Selanjutnya tokek itu kami bawa dan dilepasliarkan di lingkungan yang jauh dari permukiman warga. Agar tidak kembali membuat panik warga," pungkas Aris.(Fbr)
Sumber:








