iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Peringati Hari Jadi Jawa Timur, Pemkab Lamongan Gelar Apel dan Refleksi Sejarah

Peringati Hari Jadi Jawa Timur, Pemkab Lamongan Gelar Apel dan Refleksi Sejarah

Apel peringatan Hari Jadi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Lamongan.--

LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID - Perjalanan panjang tata kelola pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Jatim) resmi menapaki usia baru yang penuh capaian strategis. Berawal dari tatanan lokal purba, wilayah ini kini sukses mentransformasikan diri menjadi kekuatan ekonomi yang membidik pasar global.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam Apel Peringatan Hari Jadi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Lamongan, Senin 12 Oktober 2026. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat tertulis dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa di hadapan seluruh peserta Apel.

BACA JUGA:Gebrakan Pemkab Lamongan: 23 Pj Kades Dilantik Serentak, Cegah Kelumpuhan Desa

"Tema Jatim Unggul Maju Berkelanjutan dipilih dengan harapan mampu meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor," ujar pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut.


Mini kidi--

Catatan epigrafis kuno menunjukkan bahwa struktur pemerintahan di Jawa Timur bukan sekadar produk modern. Embrio politik wilayah ini sudah terlacak sejak abad ke-VIII melalui Prasasti Dinoyo (tahun 781). Format ketatanegaraan terus mengkristal pada abad ke-XIII dengan pembagian hierarki yang presisi: pusat (kraton), nagara (provinsi), watek (kabupaten), dan wanau (desa).

BACA JUGA:Kantah ATR/BPN Bersama Pemkab Lamongan Gelar FGD RDTR dan KLHS 2026, Kunci Deliniasi Batas Wilayah Perencanaan

Pada era Kesultanan Mataram Islam, wilayah ini dikenal dengan sebutan Bang Wetan. Memasuki abad ke-XX, pemerintah kolonial Hindia Belanda menerapkan intensifikasi kekuasaan melalui imperialisme modern, yang puncaknya melahirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara administratif pada tahun 1929.

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) resmi membentuk wilayah provinsi pada 19 Agustus 1945. R.M.T Soerjo ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur pertama.

Setelah menyelesaikan tugas darurat di Bojonegoro hingga 11 Oktober 1945, Gubernur Soerjo secara resmi memboyong pusat pemerintahan ke Surabaya pada 12 Oktober 1945. Tanggal perpindahan inilah yang menjadi momentum sakral dan dasar hukum penetapan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.


Gempur Rokok Illegal--

Kendati mencatatkan pertumbuhan yang masif, tantangan disparitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi di tengah perayaan lintas generasi ini.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu harus dirawat dengan kebijakan yang adaptif. Jawa Timur tidak boleh tertinggal dalam kompetisi global.

"Bu Gubernur mengajak kita semua untuk menyatukan langkah bersama, semakin banyak keluarga hidup sejahtera, anak berpendidikan yang baik, dan generasi muda yang menemukan ruang untuk berkarya," pungkas Pak Yes menutup pembacaan sambutan.

Sumber: