Pemkab Pasuruan Percepat Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir
Pengerjaan normalisasi sungai di Kabupaten Pasuruan untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan.--
PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PASURUAN mempercepat normalisasi sungai di sejumlah kecamatan rawan banjir melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk mengantisipasi peningkatan debit air akibat musim hujan dengan memprioritaskan pengerukan dan penanganan hambatan aliran sungai, Minggu 11 Oktober 2026.
Normalisasi sungai tersebut dilaksanakan secara serentak melalui sejumlah paket pekerjaan yang tersebar di Kecamatan Rejoso, Kraton, Winongan, dan Grati.
BACA JUGA:Cegah Banjir, PU Perkim Tulungagung Gelar Pembersihan Drainase Wilayah Kota
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi, mengatakan penanganan difokuskan pada wilayah yang selama ini memiliki potensi banjir saat curah hujan meningkat.
"Sesuai instruksi Bupati, daerah yang selama ini berpotensi dan rawan banjir harus menjadi prioritas penanganan normalisasi," ujar Bensu.

Mini kidi--
Menurutnya, normalisasi sungai diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengembalikan kapasitas sungai yang mengalami pendangkalan.
BACA JUGA:Normalisasi Sungai Rejoso, Langkah Nyata PT Cheil Jedang Indonesia Kurangi Dampak Banjir
Penumpukan sedimentasi dan material penghambat aliran berpotensi mengurangi kemampuan sungai menampung serta mengalirkan debit air ketika musim hujan.
"Penanganan dilakukan lebih awal agar kondisi sungai lebih siap menghadapi peningkatan debit air. Normalisasi juga menjadi upaya pemerintah dalam mengantisipasi genangan di kawasan yang memiliki potensi banjir," tambahnya.
Sejumlah titik normalisasi yang tengah dikerjakan berada di Desa Toyaning dan Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, serta Desa Kedawungkulon dan Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati.
BACA JUGA:Hadapi Musim Hujan, Pemkot Madiun Keruk 4 Sungai dan Siapkan Pompa 500 Liter per Detik
Pengerjaan di lokasi tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah untuk mengurangi risiko luapan air sungai menuju kawasan permukiman warga.
Sementara itu, perwakilan CV Gatra Ideal selaku pelaksana pekerjaan, Iqbal, mengatakan proses normalisasi di lapangan sejauh ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sumber:








