Muntah Darah di Perairan Masalembo, ABK Asal Paciran Lamongan Tewas
Satpolairud Polres Lamongan mengevakuasi jenazah ABK saat melaut di Perairan Masalembo, Sumenep--
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID - Satpolairud Polres Lamongan mengevakuasi jenazah seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama War (47), warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan pada Sabtu 10 Oktober 2026 pagi. Korban ditemukan tewas mendadak dengan posisi tengkurap dan terdapat bekas muntah darah saat melaut di Perairan Masalembo, Sumenep.
Peristiwa tragis ini bermula ketika KM Mayangsari II yang dinakhodai Sumali bersama 17 ABK berangkat mencari ikan dari PPN Brondong menuju perairan Masalembo, Senin 5 Oktober 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun, pada Jumat, 9 Oktober 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, seorang saksi bernama Nanang mencoba membangunkan korban. Korban sudah tidak merespons, dalam posisi tengkurap, dan ditemukan bercak muntah darah di dekatnya. Nakhoda langsung memutar balik kapal menuju daratan.
BACA JUGA:Satresnarkoba Polres Lamongan Gulung Tujuh Tersangka Sabu dari Lima Kasus

Mini kidi--
Kapolres Lamongan melalui Kasat Polairud AKP Guntur, didampingi Kasi Humas Ipda M. Hamzaid, menegaskan bahwa kepolisian bergerak cepat melakukan prosedur darurat sesuai standar. Kapal akhirnya bersandar di Dermaga TPI Lama Brondong pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, dan petugas langsung melarikan jenazah ke RSU dr. Suyudi Paciran.
"Kami mengawal penuh proses visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Pemeriksaan saksi-saksi dari ABK kapal juga dilakukan secara intensif demi memastikan tidak ada unsur tindak pidana di atas kapal," ujar Ipda M. Hamzaid. Untuk sementara, dugaan awal korban meninggal karena sakit mendadak.
BACA JUGA:Gagalkan Maling Motor di Puskesmas Deket, Empat Warga Diganjar Penghargaan Polres Lamongan

Gempur Rokok Illegal--
Di sisi lain, insiden di tengah laut ini menyisakan trauma bagi nakhoda dan 17 ABK KM Mayangsari II yang menjadi saksi mata kejadian. Kematian yang begitu mendadak di tengah perairan lepas membuat seluruh kru kapal syok.
Pihak keluarga korban yang terpukul kini cemas menunggu hasil resmi dari tim medis. Perwakilan keluarga menyatakan bahwa hasil visum sangat krusial untuk memberikan kejelasan hukum serta memastikan apakah ada faktor lain di luar penyakit bawaan. Terkait hal tersebut, pihak kepolisian berjanji akan memberikan transparansi penuh dan kepastian hukum kepada keluarga mengenai penyebab utama kematian korban.
Sumber:









