Dafam Pacific Caesar Surabaya Gelar Festival "Bangga Berbatik" Berbasis Sustainability
Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan Festival "Bangga Berbatik". --
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID — Dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional, Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan Festival "Bangga Berbatik".
Kegiatan ini mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) dengan mendaur ulang kain linen bekas operasional hotel menjadi karya seni kain batik yang memiliki nilai estetika tinggi.

Mini kidi--
​General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, menyatakan bahwa perayaan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap warisan leluhur.
"Melalui peringatan Hari Batik Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, melestarikan, serta bangga mengenakan batik sebagai identitas bangsa," ujarnya.
BACA JUGA:Peringati Haornas, Dafam Pacific Caesar Surabaya Ajak Anak UPTD Senam Ceria
​Suasana perayaan berlangsung meriah dengan hadirnya para tamu dan peserta yang mengenakan busana batik terbaik.
Selain menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi seni, para pengunjung berkesempatan mendapatkan doorprize berupa voucer makanan dan minuman dari pihak hotel serta bingkisan eksklusif dari para pendukung acara.
​Marketing Communication Dafam Pacific Caesar Surabaya, Maria Ristiany, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen hotel dalam memberikan pengalaman berkesan bagi para tamu.
"Acara ini menjadi wujud apresiasi kami terhadap kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus bentuk pelayanan istimewa kami dalam menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel," tuturnya.
BACA JUGA:Semarak HUT Ke-81 RI, Staf Dafam Pacific Caesar Surabaya Gelar Upacara Berbusana Adat Nusantara
​Pelaksanaan festival ini turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra resmi, di antaranya ISIK, IM3, dan Cheers. Perwakilan dari ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat), Arindra Halim, menyampaikan harapannya agar sinergi ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus membangkitkan apresiasi publik terhadap hasil karya dalam negeri.
Sumber:









