iklan umroh banner
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Retakan Tanah 40 Meter di Jalur Gumitir Jember, Ancaman Longsor Mengintai

Retakan Tanah 40 Meter di Jalur Gumitir Jember, Ancaman Longsor Mengintai

Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Ipda Ratno Budi Jatmikho meninjau titik lokasi --

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Maut seolah diam-diam mengintai para pengguna jalan yang melintas di Jalur Nasional Gumitir. Retakan tanah sepanjang 40 meter dengan lebar nyaris satu sentimeter mendadak ditemukan menganga di Kilometer 33, tepat di atas tikungan pemancar TVRI, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, JEMBER. Kondisi kritis ini berpotensi memicu bencana longsor dahsyat, terutama saat guyuran hujan deras mulai menerjang kawasan perbukitan tersebut.

​Laporan bahaya ini pertama kali ditiupkan oleh masyarakat yang cemas pada Senin 5 Oktober 2026. Menanggapi sinyal bahaya tersebut, aparat kepolisian langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk menyisir tingkat kerusakan yang kian mengkhawatirkan.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Panen, Polres Jember Pastikan Jagung Petani Punya Kepastian Pasar

​"Titik terparah berada hanya sekitar 80 sentimeter dari badan jalan utama, dengan lebar retakan yang sudah mendekati satu sentimeter," tegas Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Ipda Ratno Budi Jatmikho, saat dikonfirmasi pada Kamis 8 Oktober 2026.


Mini kidi--

​Pria yang akrab disapa Miko ini membeberkan bahwa kerusakan tersebut membentang panjang dan memprihatinkan. Bahu jalan di titik tersebut sudah sangat kritis, tergerus tipis tanpa adanya benteng cor maupun struktur penahan tanah yang kokoh. Ironisnya, sebatang pohon besar berdiri rapuh tepat di atas tanah yang mulai terbelah.

BACA JUGA:Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polres Jember Sambangi TK Abu Bakar

​"Panjang bentangan retakan dari titik awal hingga depan mencapai sekitar 40 meter. Kalau musim hujan tiba, air dipastikan bakal meresap masuk ke dalam rongga-rongga tanah yang sudah berlubang ini," tutur Miko penuh kecemasan.

​Ancaman terbesar berada pada resapan air hujan yang berpotensi menghancurkan struktur tanah dari dalam. Jika pengikisan terus dibiarkan tanpa penanganan darurat, jurang di sisi jalan siap menelan bahu jalan nasional yang saban hari dijejali truk-truk bertonase berat dan kendaraan penumpang jurusan Jember–Banyuwangi.

​"Potensi dan tingkat kerawanan longsornya sangat besar sekali," tegas Miko melontarkan peringatan.

BACA JUGA:HUT ke-81 TNI, Kapolres Jember Bawa Kejutan Tumpeng untuk Dandim

​Mengingat urgensi statusnya sebagai urat nadi jalan nasional, pihak Satlantas Polres Jember langsung bergerak cepat menggalang koordinasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna tindakan teknis darurat.

​Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan temuan menggetarkan dari para relawan bencana di lapangan. Hasil tinjauan bersama BBPJN menyimpulkan bahwa retakan tersebut merupakan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

​"Dampaknya sangat mengerikan karena posisi retakan hanya berjarak 2 hingga 3 meter dari lajur kanan. Salah satu sisinya langsung menghadap jurang curam yang sangat dalam," ungkap Edy.

Sumber: