Labfor dan Inafis Olah TKP Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, 41 Bangunan Terdampak
Petugas gabungan melakukan olah TKP ledakan di Ruko San Antonio, Mulyorejo, Surabaya--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Bidang Laboratorium (Bidlabfor) Polri dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah tempt kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Ruko San Antonio, Mulyorejo.
BACA JUGA:Ruko Nasi Tempong di San Antonio Meledak, 5 Orang Luka-Luka dan Puluhan Bangunan Rusak
Pantauan di lokasi, garis polisi terpasang melintang di beberapa bangunan yang terdampak ledakan cukup parah. Petugas gabungan nampak hilir-mudik mengumpulkan benda maupun material. Mereka juga nampak mencatat benda atau material yang ditemukan.
"Untuk barang bukti, saat ini petugas masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah material maupun benda yang ditemukan di lokasi," kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast, Selasa, 6 Oktober 2026.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Ledakan Keras Guncang Ruko Perumahan San Antonio Mulyorejo Surabaya

Mini kidi--
Jules menjelaskan, nantinya, benda ataupun material yang ditemukan akan dikumpulkan untuk dilakukan penelitian guna mengungkap penyebab pasti insiden ledakan tersebut.
"Nantinya, benda atau material yang dinilai berkaitan dengan peristiwa tersebut tentunya akan diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut," lanjutnya.
BACA JUGA:Ledakan Guncang Ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya Timur, 4 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Hingga kini, olah TKP masih berlangsung. Jules mengimbau kepada masyarakat agar bersabar mengenai hasil olah TKP yang akan mengungkap penyebab pasti ledakan.
"Jadi kita tunggu hasil olah TKP terlebih dahulu, termasuk untuk memastikan sumber dan penyebab pasti ledakan," pungkasnya.
BACA JUGA:Ledakan di Ruko San Antonio Diduga Akibat Elpiji
Diberitakan sebelumnya, dampak ledakan dahsyat di salah satu ruko di Perumahan San Antonio, Pakuwon City mengakibatkan sedikitnya 41 bangunan mengalami kerusakan.
Dari 41 bangunan yang terdampak, 5 di antaranya mengalami rusak parah akibat lokasinya yang berdekatan langsung dengan titik awal ledakan yang berasal dari Ruko Nasi Tempong Sri Dewi.
Sumber:








