Lamongan Genjot Swasembada Gula, Bongkar Ratoon Tebu Capai 1.121 Hektare
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Program Bongkar Ratoon 2026 melalui penanaman perdana tebu seluas 90 hektare di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren.--
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Pemkab Lamongan memulai Program Bongkar Ratoon 2026 melalui penanaman perdana tebu seluas 90 hektare di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, dengan penerapan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya petani, Kamis 1 Oktober 2026.
Program tersebut ditargetkan mendukung swasembada gula sekaligus memangkas biaya operasional petani melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi.
BACA JUGA:Krisis Air Lamongan, Bank Daerah Turun Tangan Pasok Ribuan Liter
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, peremajaan tanaman tebu yang sudah tua menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas.

Mini kidi--
Pada 2026, Lamongan menargetkan Bongkar Ratoon seluas 1.385 hektare. Hingga kini, realisasinya telah mencapai 1.121,43 hektare.
"Mulai penanaman bibit ini akan menggunakan mekanisasi demi menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil secara efektif," ujar Pak Yes.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, produksi tebu hingga September 2026 mencapai 1.519.314,75 kuintal dengan produktivitas 650 kuintal per hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan Mugito mengapresiasi dukungan pasokan bantuan dari Kementerian Pertanian RI untuk menyukseskan program tersebut.
BACA JUGA:Bupati Lamongan Resmikan Desa Binaan Itik, Dorong Perlindungan Peternak dari Tekanan Pasar
Pada musim tanam kali ini, petani menggunakan varietas unggul Panjalu 1 dari pabrik Mitr Phol dengan kadar rendemen di atas 10 persen. Varietas tersebut memiliki harga jual Rp110 ribu per kuintal dan diharapkan meningkatkan keuntungan petani.

Gempur Rokok Illegal--
Ketua Poktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi Septi Wahyu menyambut positif program pembaruan tanaman tebu tersebut karena dinilai dapat meringankan beban modal awal petani.
Ia optimistis mekanisasi dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja. Selain itu, kehadiran industri pengolahan gula di Lamongan diharapkan memberikan kepastian serapan hasil produksi petani ke depan.
Sumber:








