Optimistis Lewati Pengobatan Kanker Berkat Keberadaan JKN Sebagai Penjamin Layanan Kesehatan
Peserta JKN, Eny Setyowati di sela menjalani perawatan.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID - Sejak awal memutuskan mendaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Eny Setyowati (47), selalu rutin membayar iuran. Dia memiliki keyakinan, bahwa iuran yang dibayarkan akan membantu sesama yang sedang membutuhkan. Dia tidak pernah menyangka bahwa justru saat ini, dirinya yang memerlukan perlindungan tersebut. Pada tahun 2023, sebuah benjolan kecil di payudaranya mengubah segalanya.
"Dulu saya berpikir daftar BPJS untuk membantu yang sakit, kita kan tidak ingin sakit, ingin punya tubuh sehat. Sekitar tahun 2023, sebuah benjolan pada payudara mengubah segalanya, akhirnya saya sendiri membutuhkan JKN untuk pengobatan. Tapi alhamdulillah karena sudah lama terdaftar dan iuran selalu rutin dibayar, begitu sakit langsung bisa digunakan," tutur Eny saat ditemui disela-sela dirinya menjalani kemoterapi di rumah sakit, Rabu 30 September 2026.
BACA JUGA:Nyeri Dada Berujung Pemasangan Ring Jantung, Arif Rasakan Manfaat JKN di Bojonegoro
Perjalanan pengobatan Eny dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Satiti di Kabupaten Tulungagung, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Iskak untuk penanganan lebih lanjut di poli bedah onkologi. Di sana, dokter menemukan tanda-tanda keganasan pada benjolan tersebut dan memutuskan untuk segera dilakukan biopsi.

Mini kidi--
"Awalnya ada benjolan kecil di atas payudara, terus saya ke rumah sakit di dekat rumah dan akhirnya setelah diperiksa dokter merujuk ke RS dr. Iskak. Di sini langsung dibiopsi dan ternyata hasilnya ganas. Dokter menyarankan langsung operasi pengangkatan, dan jadwal operasinya tidak menunggu lama. Semua biaya operasi dan rawat inap ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa ada biaya tambahan sedikit pun," jelas Eny.
BACA JUGA:Sukiyat Rela Berhenti Bekerja Dampingi Istri Berobat, JKN Jadi Tumpuan
Ini bukan pertama kalinya JKN menjamin pelayanan kesehatan Eny dari beban biaya medis yang besar. Sebelum didiagnosis kanker payudara, ia pernah menjalani operasi kista pada tahun 2021 yang juga biaya dijamin penuh dari Program JKN. Kini, pasca operasi pengangkatan payudara, Eny tengah menjalani kemoterapi keempat dari rangkaian kemoterapi sebanyak enam kali.
"Sebelum kanker ini, tahun 2021 saya juga pernah operasi kista dan sudah pakai BPJS, tidak ada biaya yang saya keluarkan sama sekali dan pelayanannya berjalan dengan lancar. Sekarang kemoterapi yang keempat, proses kemoterapi saya rawat jalan dan saya juga diberi obat setiap selesai kemoterapi untuk diminum dirumah," ungkapnya.
BACA JUGA: Jatim Uji Rujukan Berbasis Kompetensi, Pasien JKN Tak Wajib Lewat RS Berjenjang
Selama menjalani rangkaian pengobatan panjang tersebut, Eny tidak pernah merasakan adanya perbedaan perlakuan sebagai pasien JKN. Antrean dilayani sesuai urutan tanpa memandang status kepesertaan, dan dokter selalu hadir untuk memeriksa pasien di poli bedah onkologi setiap kali jadwal kontrol tiba.
"Tidak pernah ada perbedaan pelayanan. Antrean kontrol kemarin juga sesuai dengan urutan. Saya juga selalu ketemu dokter onkologinya setiap kontrol dan bisa konsultasi dengan baik. Administrasinya sudah bagus dan lancar, tidak ribet. Sekarang cukup pakai Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja untuk berobat di Faskes, asal status aktif pasti tidak akan menemui kendala layanan," tutur Eny.

Gempur Rokok Illegal--
Lebih lanjut, Eny menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan program JKN yang telah menemaninya melewati dua operasi besar dan rangkaian kemoterapi yang tidak ringan. Baginya, manfaat JKN bukan sekadar soal biaya, melainkan juga ketenangan batin dalam menghadapi proses penyembuhan yang masih panjang.
Sumber:








