pupuk
iklan ulta memorandum

64 Santri Jatim Berangkat ke PPSN VI, Khofifah Tekankan Persaudaraan Nusantara

64 Santri Jatim Berangkat ke PPSN VI, Khofifah Tekankan Persaudaraan Nusantara

Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan Kafilah Jawa Timur.-Ali Muchtar-

SIDOARJO, MEMORANDUM.CO.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar memberangkatkan 64 santri untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Kabupaten Malang, Rabu 30 September 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Halogen Hotel Airport, Sidoarjo.


Mini kidi-- 

Jawa Timur mengirim 32 santri putra dan 32 santri putri untuk mengikuti ajang nasional yang digelar di Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Kabupaten Malang.

BACA JUGA:HUT Ke-81 RI di Grahadi, Kakanwil Kemenag Jatim Pimpin Doa untuk Korban Bencana

Kontingen putra berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, dan Bondowoso. Sementara peserta putri merupakan perwakilan Kota Malang, Jember, Nganjuk, dan Jombang.

Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, para santri didampingi 10 petugas yang terdiri dari dua Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) dan delapan Pembina Pendamping (Bindamping). Dengan demikian, total rombongan Jawa Timur mencapai 74 orang.

BACA JUGA: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lebaran Yatim 2026 di Sidoarjo

Bahtiar meminta para peserta menjaga nama baik Jawa Timur sekaligus memanfaatkan PPSN sebagai ruang pembentukan karakter, memperluas pengalaman, dan membangun kemandirian.

“Jaga nama baik Jawa Timur dan ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Manfaatkan PPSN ini untuk menambah pengalaman, memperluas persaudaraan, dan membangun kemandirian,” ujar Bahtiar.

BACA JUGA:Kemenag Jatim Laporkan Hasil Rukyat 13 Titik ke Pusat, Hilal Dzulhijjah Terpantau di Tanjung Kodok Lamongan

Sementara itu, Gubernur Khofifah menilai PPSN VI menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa di kalangan generasi muda berbasis pesantren.

“Setiap pertemuan santri akan menjadi rakitan persaudaraan Indonesia, persaudaraan Nusantara. Persaudaraan yang mereka bangun di PPSN VI ini akan menjadi bagian dari ikatan mereka sebagai sebuah bangsa, menjadi satu nusa dan satu bangsa,” tegas Khofifah.

BACA JUGA:Hardiknas 2026, Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Sistem 'Among'

Sumber:

Berita Terkait