Kasus ISPA Melonjak di Tulungagung, 71 Pasien Rawat Inap hingga Akhir September
Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menyampaikan perkembangan kasus ISPA.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID – Dinkes TULUNGAGUNG menemukan peningkatan kasus ISPA di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan Puskesmas Karangrejo mencatat 71 pasien rawat inap hingga 29 September 2026.
Sejumlah warga masyarakat hingga netizen mengeluhkan minimnya ketersediaan bed di sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Tulungagung.
BACA JUGA:Lewat MARMER, Kantah Tulungagung Jemput Bola Antar Sertifikat Tanah Langsung ke Kelompok Rentan
Salah satu warga masyarakat, Ahmad (45), mengaku kesulitan mendapatkan kamar rawat inap setelah mendatangi dua rumah sakit di wilayah Tulungagung.

Mini kidi--
Keduanya disebut dalam kondisi penuh. Ahmad pun terpaksa mencari rumah sakit lain. Namun, di fasilitas kesehatan berikutnya, ia mengaku hanya mendapatkan bed tanpa kamar.
"Cuman dapat bed saja, kamarnya tidak ada, katanya penuh, sama juga di dua rumah sakit pemerintah yang saya datangi tadi," ujarnya kepada Memorandum.
Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien tersebut.
BACA JUGA:Peringati Hari Kanker Sedunia, Dinkes Tulungagung Ajak Warga Deteksi Dini dan Lawan Bersama
Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya jumlah pasien kasus ISPA di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Memang ada peningkatan di Puskesmas Kauman dan Karangrejo ada peningkatan, tadi pagi saya monev ke Puskesmas Besuki, hasilnya nihil,” kata Desi.
Salah satu gambaran peningkatan kasus terlihat di Puskesmas Karangrejo. Berdasarkan pantauan pada layanan rawat inap, kasus ISPA mengalami lonjakan sepanjang September.
Desi menyebut, pada Juli tercatat hanya satu pasien ISPA yang menjalani rawat inap. Kemudian pada Agustus meningkat menjadi dua pasien.
Namun memasuki September, jumlahnya melonjak menjadi 71 kasus ISPA yang menjalani rawat inap hingga 29 September.
Sumber:








