Bayar PBB Pakai Sampah, Bank Sampah Desa Sudu Jadi Percontohan Bojonegoro
Cantika Wahono meninjau Bank Sampah Berkah Desa Sudu yang mengonversi tabungan sampah warga untuk pembayaran PBB.--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.CO.ID – Bank Sampah Berkah di Dusun Bedahan, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten BOJONEGORO, mengonversi tabungan sampah warga untuk pembayaran PBB dalam Kunjungan Desa Terpadu Tim Penggerak PKK Kabupaten BOJONEGORO.
Inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah dan masyarakat.
Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono bersama jajaran Forkopimcam Gayam melihat langsung alur pelayanan terpadu mulai dari warga yang datang menyetor sampah terpilah, proses penimbangan dan pencatatan saldo, hingga pemotongan otomatis tabungan untuk pelunasan kewajiban PBB.
BACA JUGA:Ketua TP PKK Bojonegoro Kunjungi Pos Komunitas Mapak Desa Semenkidul
Skema tersebut membantu pemerintah desa dalam efektivitas penarikan PBB sekaligus memudahkan warga menjalankan kewajibannya.

Mini kidi--
Pada setoran perdana yang digelar pekan sebelumnya, sebanyak 125 dari total 194 nasabah terdaftar telah melakukan transaksi, dengan total sampah terpilah yang terkumpul mencapai 609,4 kilogram.
Ke depan, bank sampah ini juga akan membentuk sub-unit usaha daur ulang untuk mengolah limbah plastik menjadi aneka kerajinan tangan.
Cantika memberikan dukungan penuh atas terobosan tersebut.
Menurutnya, praktik baik di Desa Sudu membuktikan bahwa sampah yang dipilah tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA:Fokus 'Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat': Cantika Wahono Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional
Menurutnya, Desa Sudu harus didorong dan disiapkan menjadi desa percontohan pengembangan bank sampah di Kabupaten Bojonegoro.
“Model integrasi lingkungan dan kemudahan layanan publik seperti ini bisa direplikasi di desa-desa lain,” ujar Cantika saat meninjau lokasi.
Inisiatif lingkungan berbasis masyarakat ini berjalan melalui pendampingan berkelanjutan oleh Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Sumber:







