Anak Dokter di Pamekasan Setubuhi Adik Ipar hingga Hamil, Ancam Pakai Pisau
Tim Pendamping Hukum dari Viral for Justice mendatangi SPKT Polda Jatim untuk membuat laporan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nasib pilu dialami oleh SR (30) wanita asal Kota Pahlawan. Dia disetubuhi kakak iparnya yang merupakan seorang dokter sampai mengandung dan melahirkan.
BACA JUGA:Jadi Penyebab Tabrakan Maut dengan KRL di Bekasi, Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka
Kasus ini kemudian dilaporkan korban didampingi Viral for Justice. SR mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada Senin, 28 September 2026 malam. Laporan korban teregister dalam nomor LP/B/1289/ IX/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.
BACA JUGA:Kawal Kamtibmas, Polsek Tragah Sambangi Desa Tambin dan Soket Dajah
Salah satu Tim Pendamping Hukum dari Viral for Justice, Purnama mengatakan terduga pelakunya adalah seorang dokter berinisial SKH pemerkosaan itu dialami korban sejak Juni 2025 silam di dua lokasi berbeda, tepatnya di salah satu apartemen di kawasan Kecamatan Bubutan dan Mulyorejo.
BACA JUGA:Perjalanan Karier Sandrina Azzahra: Dari Juara IMB, Rekor MURI Tari Jaipong, hingga Dangdut EDM
"Kejadian pertama pada Juni 2025, saat itu korban ditinggal sang kakak pergi mengantar anaknya sekolah. Saat itu korban tidur," katanya, Rabu, 30 September 2026.
Korban kemudian terbangun dari tidurnya dan kaget yang dihadapannya adalah SKH yang notabene adalah suami dari MR, kakak kandungnya sendiri. Korban kemudian meronta-ronta dan menolak. Bukannya berhenti, dokter SKH semakin beringas sambil melakukan pengancaman.
BACA JUGA:Jubir KPK Budi Prasetyo Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Pencemaran Nama Baik, Dicecar 50 Pertanyaan
"Dokter SKH kemudian menindih badan korban sambil membawa pisau, mengancam untuk menuruti hawa nafsu," lanjutnya.
BACA JUGA:Pakar Hukum UNISLA Soroti Polemik PT PAL dan Forum IDeA di Lamongan
Korban yang berada dibawah tekanan disebut Purnama terpaksa melani nafsu dokter SKH. Seusai menyetubuhi SR ya g juga tinggal bersama mengikuti sang kakak, korban kembali diancam agar tak bercerita kepada siapapun. Bila korban bercerita, dia diancam akan dibunuh.

Mini kidi--
"Beberapa hari kemudian terulang kembali kejadian yang sama, sampai beberapa kali. Aksinya selalu dilakukan ketika sang kakak mengantar anaknya sekolah," terangnya.
Sumber:







