Siswa Putus Sekolah di Situbondo Dibujuk Camat dan Guru agar Kembali Belajar
Camat Asembagus Faishol Afandi didampingi Kepala Sekolah SDN 1 Wringinanom saat mendatangi rumah MH.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.CO.ID – Camat Asembagus Faishol Efendi bersama pihak sekolah mengunjungi siswa SDN 1 Wringinanom berinisial MH di SITUBONDO, Selasa 29 September 2026, untuk memotivasi agar kembali bersekolah.
BACA JUGA:Delapan Siswa SMPN 18 Malang Diperiksa Polisi terkait Dugaan Kekerasan Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SDN 1 Wringinanom Imsiatul Hasanah mengungkapkan bahwa MH mulai tidak hadir secara konsisten sejak duduk di kelas 4, dengan tingkat ketidakhadiran dalam satu tahun mencapai 85 persen.

Mini kidi--
"Tingkat kehadirannya hanya sekitar 10 hingga 15 persen," ujar Imsiatul di hadapan Camat Asembagus Faishol Efendi, Selasa 29 September 2026.
Kondisi tersebut berlanjut hingga tahun berikutnya sampai MH benar-benar berhenti sekolah.
Berdasarkan keterangan guru kelas, MH merupakan anak yang introvert dan menghadapi tantangan dalam perkembangan adaptasi sosial sehingga membutuhkan waktu lama untuk membaur dengan lingkungan baru.
BACA JUGA:Diduga Cabuli Siswi SMP, Oknum Guru Olahraga di Situbondo Terancam Sanksi Berat dan Diberhentikan
"MH cenderung pasif dan lebih senang bermain dengan hal-hal yang disukainya. Di kelas, hanya ada dua anak yang bisa akrab dan berkomunikasi dengannya. Dengan teman-teman yang lain, dia hampir tidak pernah berinteraksi," jelas Camat Faishol merujuk laporan guru kelas.
Merespons situasi tersebut, pihak sekolah telah melakukan kunjungan rumah sebanyak dua hingga tiga kali untuk membujuk MH agar mau kembali belajar.
Upaya jemput bola tersebut disambut positif oleh orang tua siswa yang merasa tersentuh atas perhatian para guru.
Selain itu, Camat Faishol bersama tim kecamatan, pendamping PKH, kepala sekolah, serta mantan wali kelas MH juga mengunjungi kediaman siswa tersebut untuk memberikan motivasi.
Ibu dari MH berharap anaknya bisa kembali ke sekolah seperti anak-anak sebayanya.
Keluarga MH sebenarnya tergolong mampu secara ekonomi, sedangkan MH merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan kakaknya kerap menjadi guru les di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sumber:








