Format ITF Junior Widjojo Soejono Cup 2026 Berubah, Tuntut Atlet Lebih Kompetitif
Pembukaan ITF Junior Widjono Soejono Cup 2026 di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, satu-satunya turnamen internasional di Surabaya yang kini sudah memasuki edisi ke-43.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Format round robin membuat Turnamen Tenis ITF Junior Widjojo Soejono Cup 2026 berlangsung lebih lama sekitar satu hingga dua hari.
Di sisi lain, sistem yang ditetapkan Federasi Tenis Internasional (ITF) tersebut memberi kesempatan para pemain internasional menjalani lebih banyak pertandingan sebelum tersingkir.
BACA JUGA:Sapu Bersih Gelar Juara, Tenis Surabaya Bidik Emas Porprov Jatim 2027
Direktur Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono Cup 2026 Didik Utomo Pribadi mengatakan perubahan format tersebut berdampak pada kesiapan penyelenggaraan.

Mini kidi--
Terutama karena waktu pertandingan menjadi lebih panjang. “Sekarang sistemnya berubah menjadi sistem round robin, kalau istilah di sepak bola,” ujar Didik usai upacara pembukaan event yang sudah memasuki edisi ke-43 itu, Senin 27 September 2026.
Durasi pertandingan yang bertambah turut meningkatkan kebutuhan biaya operasional turnamen, di antaranya pembayaran wasit hingga penyediaan bola pertandingan.
Namun, format round robin memberikan keuntungan bagi pemain internasional karena mereka tidak langsung tersingkir setelah menjalani satu pertandingan.
“Dengan sistem ini, pemain internasional mempunyai kesempatan bertanding lebih banyak. Saya juga yakin atlet-atlet Indonesia sekarang sudah masuk di main draw semua, bisa menjadi juara di sini, paling tidak di sisi tunggal maupun ganda,"” kata Didik.
BACA JUGA:Kebangkitan Tenis Indonesia di SEA Games 2025: Dominasi Atlet Jawa Timur dan Sinergi Strategis KADIN
Didik juga berharap turnamen tersebut terus diselenggarakan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan pembinaan tenis yang telah dirintis Widjojo Soejono.
Pihaknya juga menyebut rencana pembaruan buku autobiografi "Warisan Luhur Jenderal Tempur" pada 2028, bertepatan dengan 100 tahun usia almarhum.
Sementara itu, Ketua Pengprov Pelti Jatim Ismed Jauhar mengatakan, penyelenggaraan turnamen internasional tersebut mengikuti aturan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang mengubah sistem pertandingan dan membatasi jumlah atlet internasional maksimal 85 peserta.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah atlet internasional yang berpartisipasi dapat mencapai lebih dari 125 orang. Karena itu, perubahan tersebut diharap memberikan ruang bagi atlet Indonesia, khususnya kelompok umur 16 tahun (KU-16), untuk melanjutkan pembinaan menuju kelompok umur 18 tahun (KU-18) melalui persaingan yang lebih selektif.
Sumber:







