pupuk
iklan ulta memorandum

Jerit Sirine Pecah di Pesisir Jember, Warga Berhamburan Dibawah Bayang-Bayang Tsunami!

Jerit Sirine Pecah di Pesisir Jember, Warga Berhamburan Dibawah Bayang-Bayang Tsunami!

Ratusan Warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Kumpul di Balai Desa --

​JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Suasana mencekam seketika memecah ketenangan warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Sabtu, 26 September 2026. Raungan sirine peringatan dini bertalu-talu, bersahut-sahutan dengan intonasi panik dari pengeras suara masjid, dentuman kentongan, hingga teriakan megapon yang membelah udara. Sekejap, kepanikan massal pecah di kawasan pesisir selatan ini.

​Ratusan warga dari berbagai pelosok dusun—mulai dari balita, siswa sekolah, guru, hingga lansia—berhamburan keluar dari kediaman mereka. Dengan napas memburu dan raut wajah tegang, mereka berlarian memacu langkah menuju Balai Desa Kepanjen, area yang ditetapkan sebagai titik kumpul aman dari ancaman gempa bumi dan tsunami.

BACA JUGA:PMI Jember dan Palang Merah Jepang Gandeng Warga Pesisir Puger Gelar Simulasi Evakuasi Mandiri Tsunami

​Kendati kepanikan dan ketegangan melingkupi lokasi layaknya petaka sungguhan, aksi kolosal ini merupakan Latihan Evakuasi Mandiri.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kepanjen di bawah pendampingan ketat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, demi menguji ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana nyata.


Mini kidi--

​Kesungguhan warga terlihat membuncah sepanjang alur evakuasi. Beberapa di antaranya bahkan memacu sepeda motor dengan tergesa-gesa demi mengevakuasi kelompok rentan—lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas—agar segera tiba di zona selamat.

BACA JUGA:Hoaks Tsunami Bersliweran, Bakom Imbau Masyarakat Rujuk Informasi Resmi

​Tak hanya membawa misi penyelamatan jiwa, simulasi ini dipadukan secara humanis melalui aksi "Jalan Sehat Susur Jalur Evakuasi". Untuk membakar semangat warga, panitia menyuguhkan beragam doorprize menarik hasil sumbangsih donatur lokal serta sokongan program School and Community Resilience (SCR).


Gempur Rokok Illegal--

​Program vital ini lahir dari sinergi kemanusiaan antara PMI dan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society / JRCS).

​"Meski mayoritas warga merespons dengan sigap dan penuh kesadaran, kami tetap mencatat ada sebagian kecil yang tampak santai karena paham ini hanyalah latihan," pungkasi salah satu perwakilan panitia di lapangan.

BACA JUGA:Pemerintah Perbarui Sistem Peringatan Dini Gempa dan Tsunami Empat Tahun Terakhir

​Meski demikian, latihan terpadu ini dinilai sangat krusial sebagai tolok ukur kesiapan fisik dan mental masyarakat dalam menghadapi potensi bahaya di wilayah pesisir.

Sumber:

Berita Terkait