Perkuat Penanganan Kekeringan,Pemerintah Selamatkan 141.440 Hektare Sawah
--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari menjaga ketersediaan air untuk pertanian hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), hingga 24 September 2026, pemerintah telah melakukan penanganan di 3.288 lokasi.
Sebanyak 358 lokasi berada di kawasan persawahan, 2.553 lokasi di wilayah permukiman, sedangkan 377 lokasi lainnya berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gempur Rokok Illegal--
Berbagai langkah tersebut telah membantu menjaga 141.440 hektare lahan sawah dari risiko gagal tanam maupun gagal panen. Di sisi lain, dukungan penyediaan air bersih telah menjangkau sekitar 1,75 juta jiwa, dengan total distribusi mencapai 48,9 juta liter air.
Pemerintah juga menyalurkan dukungan air untuk membantu penanganan karhutla di sejumlah daerah.
Untuk mempertahankan pasokan air bagi sektor pertanian, Kementerian PU menjalankan sejumlah langkah teknis di lapangan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pemompaan air sungai menuju area persawahan, perbaikan dan normalisasi saluran irigasi utama maupun sekunder, pembangunan saluran sementara, hingga pengaturan giliran dan distribusi air.
Pemanfaatan teknologi irigasi hemat air turut dilakukan agar pasokan yang tersedia dapat digunakan secara lebih efisien dan menjangkau lahan yang lebih luas.
Dari 358 lokasi penanganan di area persawahan, sebanyak 272 lokasi telah diselesaikan, sementara 86 lokasi masih dalam proses penanganan.
Selain sektor pertanian, pemenuhan kebutuhan air domestik masyarakat juga menjadi bagian dari penanganan kekeringan. Dari 2.553 lokasi yang ditangani, sebanyak 2.077 lokasi telah selesai, sedangkan 476 lokasi masih dalam pengerjaan.
Untuk menjaga pasokan air bagi warga, Kementerian PU mengerahkan mobil tangki dan hidran umum ke kawasan yang terdampak. Pembangunan sumur bor juga dilakukan, disertai koordinasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan air minum guna memperkuat layanan air di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Hingga kini, distribusi air bersih telah mencapai 48,9 juta liter dan memberikan manfaat bagi sekitar 1,75 juta jiwa.
Penanganan kekeringan tersebut terus dipantau melalui Satuan Tugas Antisipasi El Nino. Tim secara berkala memeriksa kondisi bendungan, embung, serta jaringan irigasi untuk memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pemantauan juga menjadi bagian dari langkah antisipasi karena kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung hingga November 2026.
Pemerintah berupaya memastikan berbagai infrastruktur dan sumber air yang ada dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah akan menyesuaikan penanganan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Optimalisasi infrastruktur air, menurut dia, diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
"Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun menjaga produktivitas pertanian. Penanganan juga terus dievaluasi agar dukungan dapat diberikan secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah," kata Dody, ditulis Jumat (25/9).
Upaya tersebut juga melibatkan berbagai unsur di daerah. TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat turut berperan dalam penyediaan air dan pembangunan sumur bor di wilayah terdampak.
Kolaborasi lintas pihak ini menjadi bagian penting dari penanganan kemarau, terutama untuk menjaga agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian selama periode kekeringan.
Sumber:







