pupuk
iklan ulta memorandum

Ambulans Bawa Jenazah Diduga Dihalangi, Satpol PP Surabaya Beri Penjelasan

Ambulans Bawa Jenazah Diduga Dihalangi, Satpol PP Surabaya Beri Penjelasan

Persoalan ambulans yang diduga dihalangi petugas Satpol PP dimediasi di Kecamatan Bulak. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Video yang memperlihatkan seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya berada di dekat sebuah ambulans beredar di media sosial. Dalam video tersebut, petugas tampak berinteraksi dengan pengemudi ambulans milik BPJS Watch Surabaya yang disebut sedang membawa jenazah menuju Sampang, Madura.

Video itu direkam pada Rabu, 23 September 2026, malam. Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian karena dalam rekaman terlihat petugas berada di sisi ambulans saat kendaraan hendak melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA:Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Gresik Gelar Apel Bersama Relawan Ambulans dan Ojol


Mini kidi--

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti mengatakan, pihaknya telah memanggil anggota yang bersangkutan untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.

“Kami telah memanggil anggota kami tersebut. Kami juga sudah mengetahui bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya,” kata Irna, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Irna, berdasarkan keterangan anggota, interaksi dengan pengemudi ambulans bermula ketika petugas melihat kedua kaca spion kendaraan dalam kondisi tertutup.

BACA JUGA:Tekan Angka Kecelakaan, Polres Malang Gandeng Relawan Ambulans, Ojol, dan Supeltas

Petugas kemudian berupaya memberitahukan kondisi tersebut kepada pengemudi. Namun, suara sirene ambulans yang cukup keras membuat komunikasi awal tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Yang bersangkutan awalnya ingin memberi tahu pengemudi soal spion yang tertutup. Namun karena suara sirene yang cukup keras, apa yang ingin disampaikan tidak terdengar jelas oleh pengemudi ambulans,” jelasnya.

Karena tidak mendapat respons, anggota Satpol PP tersebut kemudian mengetuk kaca ambulans. Petugas meminta suara sirene dikecilkan sembari menanyakan kondisi yang dibawa kendaraan tersebut.

“Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya (spion),” ujar Irna.

BACA JUGA:Kejari Kabupaten Malang Tunggu Hasil Audit BPK Kasus Korupsi 7 Ambulans

Dalam kesempatan itu, petugas juga menanyakan apakah ambulans membawa pasien yang sedang sakit atau jenazah.

Sumber:

Berita Terkait