pupuk
iklan ulta memorandum

Prabowo Rancang Pemberdayaan Masyarakat untuk Cegah Karhutla

Prabowo Rancang Pemberdayaan Masyarakat untuk Cegah Karhutla

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.-bakom RI-

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan pendekatan berbasis desa sebagai salah satu strategi untuk mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut. Melalui pendekatan itu, peran kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) akan diperkuat.

BACA JUGA:Prabowo Bentuk BPGMN untuk Cegah Karhutla di Jakarta

“Bapak Presiden menyampaikan juga penanganan berbasis desa gitu ya, Masyarakat Peduli Api itu dihidupkan kembali dengan dukungan tertentu,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 September 2026.

BACA JUGA:Faktur Pajak TBTS Seret Direktur PT TBNP, Negara Rugi Rp 996 Juta di Sidoarjo

Brian menyatakan Presiden ingin praktik dan pengetahuan kearifan lokal dikedepankan. Presiden, lanjut dia, meyakini bahwa kajian para ahli dan masyarakat di sekitar wilayah terdampak karhutla paling memahami cara yang paling efektif dan efisien.

BACA JUGA:Ditjenpas Jabar Dalami Dugaan Pungutan Rp 150 Ribu di Lapas Cibinong

“Berdasarkan analisis, kajian dari para ahli memang yang lebih efektif, lebih efisien, lebih cepat untuk penanganan kebakaran itu justru berasal dari masyarakat yang ada di lokasi tersebut,” ucap dia.


Mini kidi--

Kepala Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) Arif Satria juga menyebut Prabowo menekankan pendekatan pencegahan karhutla selanjutkan harus dilakukan secara presisi dan berbasis desa.

BACA JUGA:Singapura Jadi Ancaman di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup, Herdman Siapkan Taktik Khusus

Menurutnya, masyarakat sekitar memiliki keterikatan kuat dengan sumber daya alam (SDA) yang ada di dekat mereka.

“Jadi pencegahan presisi berbasis desa itu menunjukkan bahwa Pak Presiden percaya bahwa masyarakat desa memiliki sense of belonging yang sangat tinggi terhadap sumber daya yang ada di sekitarnya,” ujar Arif.

BACA JUGA:Pelatih Singapura Akui Indonesia Lebih Kuat Jelang Bentrok di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup

Ia pun berpendapat keberadaan MPA menjadi salah satu elemen penting dalam pendekatan tersebut. Kelompok masyarakat itu dinilai dapat berperan dalam melakukan pencegahan kebakaran karena berada langsung di tingkat desa dan memahami kondisi lingkungan sekitarnya.

Sumber: