Batik Lamongan Dikritik Miskin Karakter, 292 Desainer Ditantang Dobrak Pasar
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan resmi menggelar workshop dan technical meeting di Pendopo Lokatantra.--
LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ribuan motif batik lokal dinilai belum mampu mendongkrak pasar karena terjebak pada pakem visual yang monoton dan sulit diaplikasikan menjadi pakaian jadi. Menjawab tantangan tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten LAMONGAN resmi menggelar workshop dan technical meeting di Pendopo Lokatantra pada Kamis 24 September 2026 sebagai rangkaian pembuka Lomba Desain Batik LAMONGAN 2026.
Ketua Dekranasda Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa kompetisi tahun ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan cara pandang usang para peserta. Menurutnya, lomba desain batik bukan sekadar ajang adu kecantikan menggambar dan mewarnai di atas kertas.
BACA JUGA:HBN 2026 di Surabaya Bangkitkan Ekonomi Perajin Batik lewat Pameran hingga Batik Berlayar
Penilaian utama justru terletak pada aspek komersial dan fungsi teknis, yaitu bagaimana desain tersebut bisa diaplikasikan secara nyata ke atas kain. Dekranasda menargetkan karya terbaik dari kompetisi ini tidak berhenti sebagai pajangan, melainkan diadopsi menjadi identitas daerah hingga seragam batik pelajar massal di Lamongan.

Mini kidi--
Namun, target ambisius tersebut menghadapi tantangan berat di lapangan. Pemilik Batik Tulis Soedjono Lamongan, Umbar Basuki, selaku pemateri workshop membeberkan bahwa perajin lokal sering kali terjebak dalam zona nyaman dan minim inovasi kontemporer.
BACA JUGA:Angkat Kearifan Lokal, Kampi Hotel Tunjungan Gandeng UMKM Rilis Seragam Baru Khas Batik Surabaya
Umbar mendesak 292 peserta yang terlibat untuk berani mendobrak pakem melalui kebebasan berekspresi, mengeksplorasi motif kontemporer, dan mengejar eksklusivitas agar produk lokal memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.
Ketua Harian Dekranasda Lamongan, Anang Taufik, merinci dari total 292 peserta, kompetisi ini didominasi oleh generasi muda dengan rincian 50 peserta umum, 44 siswa SD kelas 1–3, 71 siswa SD kelas 4–6, dan 127 siswa SMP/MTs.

Gempur Rokok Illegal--
Khusus untuk kategori umum, persaingan ketat akan langsung menyaring 50 pendaftar menjadi 15 finalis terbaik. Para finalis terpilih tersebut dijadwalkan bertarung memperebutkan gelar juara pada tahap pamungkas yang akan digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Sumber:







