pupuk
iklan ulta memorandum

Dua WNA India Adukan Dugaan Eksploitasi Kerja di Tempat Yoga Surabaya Barat

Dua WNA India Adukan Dugaan Eksploitasi Kerja di Tempat Yoga Surabaya Barat

Dua tenaga kerja asing asal India didampingi kuasa hukum Steven Mandraguna dan Zaitun Taher mengadukan nasibnya ke Wawali Surabaya Armuji.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dua tenaga kerja asing (TKA) asal India yang bekerja sebagai instruktur yoga di SURABAYA Barat mengadukan dugaan ketidakadilan terkait gaji dan jam kerja ke Rumah Aspirasi Cak Ji, Selasa 22 September 2026.

Kedua TKA tersebut berinisial AB dan RB. Mereka datang didampingi kuasa hukum Steven Mandraguna dan Zaitun Taher serta sejumlah member yoga yang mereka latih.

BACA JUGA:Polemik Ijazah Tertahan, Alumni SMK Kesehatan Nusantara Ngadu Ke Rumah Aspirasi Cak Ji

Menurut AB, selama bekerja sebagai instruktur yoga, dirinya dan RB tidak menerima hak sesuai kesepakatan awal.


Mini kidi--

Selain dugaan pembayaran gaji yang tidak sesuai, keduanya juga disebut dibebani jam kerja berlebihan.

"Mereka hanya punya dua pengajar di satu studio. Mereka pernah membuat RB bekerja selama satu bulan tanpa libur sehari pun, setiap hari selama satu bulan, dan mereka tidak membayar saya sepeser pun selama 5 bulan terakhir," kata AB.

AB mengaku kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan hidup selama berada di perantauan.

"Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan biaya hidup saya, seperti sewa tempat tinggal dan makan, itu yang mereka lakukan, seperti eksploitasi," tambahnya.

BACA JUGA:Datangi Rumah Aspirasi Cak Ji, Lansia Surabaya Adukan Dugaan Penipuan Dana Talangan

Ia menyebut persoalan pembayaran gaji tersebut telah terjadi berulang kali sejak 2024.

"Mulai Maret atau April 2024 sudah ditahan, seperti bulan ini Rp3 juta lalu berhenti, kemudian bulan berikutnya tidak dapat, April Rp5 juta saja. Sekarang itu terus ditahan," tegasnya.

Salah satu member yoga yang dilatih AB dan RB mengaku prihatin atas kondisi yang dialami kedua instruktur tersebut.

"Kami lebih concern ke guru-guru kami, karena memang setiap hari kami olahraga dan ketemu mereka. Pada saat kami tahu bahwa mereka tidak digaji selama berapa bulan, kami kasihan. Itu haknya mereka untuk bisa mendapatkan itu," ujarnya.

Sumber: