pupuk
iklan ulta memorandum

Pengawasan MBG Lemah, Pemerhati Pendidikan Soroti Risiko bagi Peserta Didik

Pengawasan MBG Lemah, Pemerhati Pendidikan Soroti Risiko bagi Peserta Didik

Pemerhati pendidikan Isa Anshori menyoroti pengawasan program MBG.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.IDPemerhati pendidikan Isa Anshori menyoroti lemahnya pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membahayakan peserta didik jika tidak dibarengi perencanaan dan pengawasan matang.

Niat baik pemerintah melalui program MBG mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, tetapi tanpa perencanaan dan pengawasan yang matang, program tersebut dinilai berpotensi menjadi bumerang bagi peserta didik.

Menurut Isa, secara konstitusi, inisiatif negara untuk menjamin asupan gizi anak-anak layak didukung penuh, tetapi realitas di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah antara rumusan kebijakan dan teknis eksekusi.

"Poinnya, niat baik ini kita tangkap dan apresiasi dulu. Jika negara mau memberi makan anak-anak, kami sangat apresiasi. Tapi, tidak semua niat baik itu bisa berjalan lancar kalau tidak dibarengi dengan perencanaan yang baik," kata Isa, Senin 21 September 2026.

Ia secara khusus menyoroti lemahnya pengawasan proses distribusi dan penyajian di lapangan yang dinilai menjadi biang keladi munculnya berbagai insiden belakangan ini, termasuk rentetan kasus keracunan makanan yang sempat menimpa sejumlah siswa.

BACA JUGA:Trauma Kasus Keracunan, Wali Murid TK di Surabaya Pilih Larang Anaknya Terima Program MBG


Mini kidi--

Isa mewanti-wanti agar insiden tersebut tidak membekas menjadi ketakutan bagi peserta didik karena pemerintah memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan keamanan program demi menjaga kepercayaan publik.

"Jangan sampai kejadian-kejadian itu membuat anak-anak menjadi traumatik terhadap niat baik pemerintah. Apa yang diprogramkan dan diberikan harus betul-betul bisa membangun kepercayaan, sehingga anak-anak tidak ragu terhadap program ini," tegasnya.

Terkait langkah ke depan, Isa mendesak adanya evaluasi ulang secara komprehensif, mulai tahap perencanaan di hulu hingga implementasi di hilir. Sorotan utamanya tertuju pada pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan operasional harian.

"Di tingkat implementasi itu kan ada dapur, ada pengawas. Siapa saja yang terlibat di proses tersebut, itu yang harus diusut tuntas agar kejadian fatal tidak terus berulang," paparnya.

BACA JUGA:Puluhan Siswa SDN di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG


Gempur Rokok Illegal--

Lebih lanjut, ia mengkritik lambannya penanganan hukum terkait kasus keracunan MBG. Fakta bahwa hingga saat ini belum ada penetapan tersangka dari serangkaian insiden keracunan dianggapnya sebagai bentuk pembiaran.

Sumber:

Berita Terkait