iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Komplotan Penukar Kartu ATM di Surabaya Dibongkar, 9 Tersangka Diamankan

Komplotan Penukar Kartu ATM di Surabaya Dibongkar, 9 Tersangka Diamankan

Sembilan tersangka komplotan penukar ATM diamankan di Mapolrestabes Surabaya--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes SURABAYA bersama Unit Reskrim Polsek Genteng mengungkap komplotan yang diduga terlibat tindak pidana penipuan dan/atau pencurian dengan modus penukaran kartu ATM.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan orang yang diduga merupakan bagian dari komplotan spesialis penukaran kartu ATM. Mereka yang ditangkap pada Jumat, 4 September 2026 adalah DR, RHD, FJ, AA, EY, SK, AI, YS, IS.

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, sembilan tersangka itu ditangkap di dua hotel yang berbeda, yakni di Hotel New Grand Park, Jalan Samudra, Pabean Cantikan, Surabaya; dan Hotel Merdeka di Jalan Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya.

BACA JUGA:Komplotan Bandit Motor Terekam CCTV Gasak Honda Beat Siang Bolong di Jalan Amir Hamzah

"Penindakan pertama dilakukan sekitar pukul 00.50 WIB di Hotel New Grand Park. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan empat orang," katanya, Senin, 21 September 2026.


Mini kidi--

Polisi kemudian melakukan pengembangan berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap orang-orang yang diamankan. Hasil pengembangan mengarah ke Hotel Merdeka di Jalan Bongkaran Nomor 6, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian.

BACA JUGA: Komplotan Curanmor Spesialis Rumah Kos Dibekuk di Pasuruan, 2 Pelaku Residivis

"Tim opsnal kemudian bergerak menuju lokasi tersebut. Di Hotel Merdeka, polisi kembali mengamankan lima orang yang menempati dua kamar," lanjutnya. 

Pengungkapan komplotan tersebut bermula dari kegiatan penyelidikan yang dilakukan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya bersama Unit Reskrim Polsek Genteng pada Kamis, 3 September 2026. Petugas melakukan pemetaan dan pendalaman terhadap sejumlah pelaku kejahatan yang sebelumnya telah teridentifikasi. 

Salah satu fokus penyelidikan yakni kelompok yang diduga menjalankan aksi penipuan dan atau pencurian dengan modus penukaran kartu ATM. Modusnya, mereka berpura-pura menjadi warga negara asing (WNA). Pelaku mendekati korban di sekitar area mesin ATM atau pusat perbelanjaan, lalu berpura-pura menjadi turis asing, dengan menggunakan bahasa Melayu.

BACA JUGA:Pernah Tewaskan Korban, Komplotan Jambret Lintas Kota Dibekuk di Surabaya

Selanjutnya, pelaku meminta bantuan petunjuk penggunaan mesin ATM untuk transaksi terhadap korbannya. Alasannya mereka tidak paham cara menggunakan mesin ATM lokal. Selanjutnya, mereka menunjukkan saldo palsu dengan tujuan untuk meyakinkan korban.

Pelaku memperlihatkan layar ATM yang menampilkan saldo palsu dalam jumlah yang sangat besar. Saat korban lengah atau mencoba membantu, pelaku lainnya bertugas mengintip nomor PIN korban. Dengan trik pengalihan perhatian yang cepat, mereka menukar kartu ATM asli korban dengan kartu ATM palsu yang sudah mereka siapkan.

Sumber: