Warga Kibarkan Bendera Merah Putih di Lahan PT Kali Jeruk Baru Lumajang
Warga mengibarkan bendera Merah Putih di lahan PT Kali Jeruk Baru Lumajang.--
LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Warga mengibarkan bendera Merah Putih di lahan PT Kali Jeruk Baru, Desa Randuagung, LUMAJANG, Sabtu 19 September 2026 siang. Ini sebagai simbol penguasaan rakyat atas tanah yang dipersengketakan.
Ketegangan di kawasan perkebunan PT Kali Jeruk Baru kian memuncak setelah insiden ancaman dan penahanan sehari sebelumnya serta bertambahnya jumlah massa warga.
Situasi di lokasi berlangsung tegang namun terkendali ketika Imam Kholik, perwakilan keamanan perusahaan, turun langsung berdialog dengan warga untuk meredam emosi melalui pendekatan kemanusiaan.
"Kita ini jangan saling berhadapan antara keamanan dan warga. Kita bicara antar saudara dari hati ke hati. Banyak di antara kita yang bertetangga atau bersaudara, kan?" ucap Imam membuka pembicaraan.BACA JUGA:Protes Berujung Intimidasi, Tokoh Tani Lumajang Diseret Paksa dan Diancam Tali Tampar oleh Kubu Perusahaan

Mini kidi--
Selain itu, Imam meluruskan kabar yang beredar terkait insiden penahanan Ketua Organisasi Tani Lokal, Hasan, dengan menjelaskan konteks kejadian saat mediasi di hadapan Polres Lumajang.
"Kabarnya Pak Hasan diikat? Kami klarifikasi. Kenapa dibawa ke kantor perkebunan? Karena Pak Hasan dianggap menyalahi kesepakatan," terang Imam.
Ia kemudian memaparkan kronologi pembicaraannya dengan Hasan. "Pak Hasan berkata, Mas Imam, jangan, masa ini tak stop dulu, saya mau tunjukkan izin. Saya jawab, silakan, kalau ada izin saya tidak bisa halangi, itu hak demokrasi, semua warga negara berhak, tinggal ikuti prosedurnya," terangnya.
BACA JUGA:Kasus Oknum AS MBG Lumajang Meluas, Publik Tunggu Tindak Lanjut Tegas Petugas

Gempur Rokok Illegal--
Imam Kholik menegaskan sikap perusahaan yang terbuka namun tetap berada dalam koridor hukum.
"Jadi monggo, jika bapak ibu ingin melakukan kegiatan ini, silakan, asalkan tunjukkan izin resmi. Saya tidak akan melarang, dan saya yang bertanggung jawab jika ada pihak yang menghalangi selama izin sah dimiliki," tegasnya.
Meski sudah ada upaya penjelasan, suasana tetap tidak mencair dan warga tetap teguh dengan pendiriannya.
Akhirnya, diiringi teriakan dan sorakan massa, tim keamanan perusahaan memilih meninggalkan lokasi, sedangkan warga tetap berdiri di bawah kibaran bendera Merah Putih. (ags)
Sumber:







