Sistem Gate Parkir Tanjung Anom Surabaya Raup Rp80 Juta Per Bulan
Sistem gate parkir Tanjung Anom Surabaya mencatat pendapatan sekitar Rp80 juta per bulan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sistem gate parkir di Jalan Tanjung Anom mencatat pendapatan sekitar Rp80 juta per bulan sekaligus menata aktivitas parkir dan mendorong transaksi non-tunai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, pengguna kendaraan melakukan tapping saat masuk area parkir dan kembali menggunakan barcode saat keluar.
"Nah, untuk juru parkir (jukir) hanya bekerja memarkirkan atau menata kendaraan roda dua," ujar Trio, Jumat 18 September 2026.
Menurutnya, penerapan sistem gate merupakan hasil dialog antara Dinas Perhubungan dengan para jukir yang bertugas di kawasan Tanjung Anom. "Ketika jukir itu kami kumpulkan, mereka menginginkan seperti ini," katanya.
Hasilnya, sebanyak 14 petugas parkir di kawasan Tanjung Anom masing-masing memperoleh pendapatan sekitar Rp2,3 juta per bulan.
"Alhamdulillah pendapatan 14 teman-teman petugas parkir atau jukir itu sekitar Rp2,3 juta per bulannya, per orang. Tapi secara total pendapatan yang masuk ke gate parkir itu kurang lebih Rp80 juta," ungkapnya.

Mini kidi--
Trio mengatakan, penataan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pendapatan, tetapi juga membuat aktivitas parkir menjadi lebih merata di sepanjang Jalan Tanjung Anom.
Sebelumnya, kendaraan cenderung menumpuk di bagian ujung jalan sehingga konsentrasi parkir berada pada titik tertentu dan berpengaruh terhadap pemerataan pendapatan para jukir.
"Kalau dulu orang parkir di ujung Jalan Tanjung Anom itu parkirnya pasti ramai, roda dua sampai lapis lima. Jadi itu sekarang merata, semuanya (jukir) dapat. Sekarang sampai memanjang ke arah barat, lebih rapi," paparnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Surabaya juga melakukan evaluasi aktivitas transaksi para jukir di lokasi lain melalui rapor mingguan.
"Rapor di kami itu ada. Misalkan rapor jukir dalam satu minggu, per harinya berapa yang melakukan transaksi melalui handphone, melalui (QRIS) rompi, ada di rapor kami," terang dia.
BACA JUGA:Masalah Setoran Parkir Surabaya Dibongkar, Pejabat Dishub hingga Jukir Terancam Diganti
Sumber:







