iklan umroh banner
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Anggaran Laskar Sapu Bersih Naik, Efisiensi Pemkot Pasuruan Dipertanyakan

Anggaran Laskar Sapu Bersih Naik, Efisiensi Pemkot Pasuruan Dipertanyakan

Pasukan Laskar Sapu Bersih Dinas Lingkungan Hidup Kota Pasuruan bertugas menjaga kebersihan jalan kota.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) PASURUAN menaikkan alokasi anggaran operasional Laskar Sapu Bersih pada tahun anggaran 2026 di tengah kampanye penghematan anggaran, sehingga kebijakan tersebut menuai kritik.

Berdasarkan data yang dihimpun, penambahan belanja daerah untuk wilayah seluas 36,58 kilometer persegi yang mencakup empat kecamatan ini memicu sorotan berbagai pihak.

Pengamat menilai kebijakan tersebut sebagai preseden kurang baik dalam tata kelola keuangan daerah di tengah tuntutan kondisi ekonomi yang memerlukan efisiensi ketat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pasuruan (DLHKP), Samsul Rizal menjelaskan, kenaikan anggaran tersebut terpaksa diambil untuk menyikapi dinamika kepegawaian di lapangan.

"Penambahan anggaran petugas kebersihan di tahun 2026 dilaksanakan karena adanya beberapa petugas status PPPK Paro Waktu yang pensiun dan mengundurkan diri. Hal tersebut membuat kami perlu menambah anggaran belanja tenaga jasa perorangan dari Rp 1.111.425.000 menjadi Rp 1.132.775.000," ujar Rizal saat dikonfirmasi, Jumat 18 September 2026.

BACA JUGA:Pemkot Pasuruan Perkuat Kepastian Hukum Perkawinan Lewat Isbat Nikah


Mini kidi--

Rizal merinci, penambahan personel baru difokuskan untuk menjaga kebersihan di seluruh ruas jalan utama kota.

"Untuk jumlah petugas kebersihan jalan memang hanya ada tambahan sebanyak 5 orang petugas. Mengenai fokus lokasinya, pembersihan difokuskan pada seluruh ruas-ruas jalan kota," tambahnya.

Kendati demikian, penambahan anggaran belanja tenaga jasa perorangan hingga mencapai Rp 1,132 miliar dinilai tidak sebanding dengan hasil di lapangan.

Publik dan kalangan pengamat mempertanyakan urgensi kenaikan dana tersebut, mengingat persoalan seperti tumpukan sampah dan minimnya perawatan ruas jalan utama masih kerap dijumpai di berbagai sudut Kota Pasuruan.

Selain itu, minimnya transparansi dalam proses rekrutmen serta evaluasi kinerja Laskar Sapu Bersih turut memperkuat kritik.

BACA JUGA:Pemkot Pasuruan Resmi Luncurkan Car Free Day, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Kreatif


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: