pupuk
iklan ulta memorandum

Dua Hari Pascamahasiswa PENS Gantung Diri, Warga dan Penghuni Kos Gelar Doa Bersama

Dua Hari Pascamahasiswa PENS Gantung Diri, Warga dan Penghuni Kos Gelar Doa Bersama

Kondisi kos di Jalan Keputih Makam Blok B No 12 yang menjadi tempat gantung diri Mahasiswa PENS.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dua hari setelah kejadian gantung diri yang dilakukan oleh RPA (25) mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri SURABAYA, warga sekitar dan penghuni rumah kos di Jalan Keputih Makam Blok B No 12 langsung menggelar doa bersama, Jumat, 18 September 2026.

Sebelumnya, RPA nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Ia melompat dari lantai dua kos menggunakan tali tampar berwarna putih yang dililitkan ke lehernya.

Ahmad, warga sekitar lokasi kejadian menceritakan, peristiwa tersebut terjadi Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari.

BACA JUGA:Ayah Pulang Ngopi Temukan Anak Gantung Diri

Awalnya, dirinya tidak menduga ada yang melakukan bunuh diri dengan gantung diri sebab hanya mendengar suara dentuman keras dari atap asbes.


Mini kidi--

"Awalnya ada suara keras seperti asbes pecah. Saya kira kucing atau ada yang nabrak. Ternyata anak-anak kos di depan berteriak minta tolong," ujar Ahmad.

BACA JUGA:Cekcok Berujung Maut, Ibu Muda Ditemukan Gantung Diri di Siwalankerto

Ahmad menjelaskan korban gantung diri dengan mengikatkan tali ke leher kemudian lompat dari lantai dua rumah kos lalu melompat ke bawah yang membuat korban langsung meninggal.

"Jatuh melompat dari lantai dua, posisi tali terikat di atas. Begitu jatuh langsung terjerat, saya yakin tidak sampai 3 menit langsung meninggal dunia. Saat ditemukan, korban memakai masker dan kacamata," tambahnya.

Ahmad mengungkap berdasarkan informasi dari teman kosnya, korban dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bersosialisasi.

BACA JUGA:Pulang dari Pasar Pasrepan, Kakek di Pasuruan Ditemukan Gantung Diri

"Anaknya memang pendiam sekali. Teman-teman satu kosnya pun baru tahu setelah heboh di luar," pungkasnya.

Setelah kejadian, Ahmad menegaskan warga sekitar dan penghuni kos mengadakan pengajian untuk mendoakan korban agar tenang.

Sumber: