pupuk
iklan ulta memorandum

Influenza pada Anak Melonjak, DPRD Surabaya Minta Dinkes Perketat Pemantauan

Influenza pada Anak Melonjak, DPRD Surabaya Minta Dinkes Perketat Pemantauan

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Ais Shafiyah Asfar.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peningkatan pasien influenza di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) Kota SURABAYA memicu perhatian kalangan legislatif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota SURABAYA didesak bergerak cepat memperkuat pemantauan, terutama pada kelompok anak-anak.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Ais Shafiyah Asfar menegaskan, pemerintah kota tidak boleh pasif meski belum ada indikasi lonjakan kasus berat akibat Influenza A. Langkah preventif dinilai jauh lebih krusial daripada merespons saat kondisi sudah terlanjur memburuk.

“Kalau memang ada peningkatan pasien influenza, terutama anak-anak, ini harus kita pantau bersama. Jangan sampai kita menunggu kondisi menjadi lebih berat baru kemudian mengambil langkah,” ujar Ning Ais sapaan akrabnya. 

BACA JUGA:DPRD Surabaya Dorong Tukang Sampah hingga ART Masuk Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Politikus muda dari PKB tersebut meminta Dinkes memastikan pemutakhiran data kasus influenza di tingkat puskesmas hingga rumah sakit berjalan secara berkelanjutan. Kejelasan data ini penting untuk mendeteksi apakah fenomena tersebut sebatas penyakit musiman biasa atau mulai menunjukkan pola penularan yang membutuhkan penanganan khusus.


Mini kidi--

“Dinkes harus punya data yang jelas. Berapa kasusnya, kelompok usia mana yang paling banyak terdampak, berapa yang harus dirawat, dan apakah ada peningkatan kasus dari hari ke hari,” tegasnya.

BACA JUGA:Penertiban Pasar Buah Tanjungsari Disorot DPRD Surabaya: Jangan Tebang Pilih

Menurutnya, validitas data menjadi pijakan utama agar kebijakan antisipasi yang diambil Pemkot Surabaya tepat sasaran.

Selain penguatan surveilans internal, Ais juga menyoroti peran vital masyarakat, khususnya para orang tua. Ia mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik berlebihan, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala flu serta demam pada buah hati.

BACA JUGA:Kasus Jeruk Berisi Larva di SDN Tandes Kidul I, DPRD Surabaya Desak Investigasi Total hingga Rantai Pasok SPPG

Anak-anak yang menunjukkan gejala sakit diimbau tidak dipaksakan untuk masuk sekolah atau beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif untuk memutus rantai penularan di lingkungan sekolah.

“Tidak perlu panik, tetapi jangan juga dianggap sepele. Kalau anak mengalami demam, batuk, pilek, atau gejala lain yang cukup berat, sebaiknya diperiksa. Kalau sakit, istirahat di rumah dulu agar tidak menularkan kepada anak-anak lain,” bebernya.

BACA JUGA:Temukan Penyintas Stroke 5 Tahun di Dukuh Pakis, Komisi D DPRD Surabaya Desak Layanan Kesehatan Proaktif

Sumber: