pupuk
iklan ulta memorandum

Tolak Pelantikan Rektor Muzakki, Mahasiswa UINSA Bakar Karangan Bunga

Tolak Pelantikan Rektor Muzakki, Mahasiswa UINSA  Bakar Karangan Bunga

Mahasiswa UINSA membakar karangan bunga saat aksi menolak pelantikan Akh. Muzakki sebagai rektor.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) SURABAYA menggelar aksi protes dengan membakar karangan bunga, Rabu 16 September 2026. Mereka menyampaikan lima tuntutan terkait pelantikan Akh Muzakki sebagai rektor periode 2026-2030

Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas turun ke kampus sejak pukul 08.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak evaluasi terhadap kepemimpinan Muzakki.

Aksi semakin memanas hingga massa merusak dan membakar karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan Muzakki. Sekitar pukul 11.00 WIB, mahasiswa juga mendesak masuk ke ruang rektorat utama.

Dalam aksinya, mahasiswa merumuskan lima tuntutan utama. Pertama, mahasiswa menolak Akh. Muzakki kembali menjabat sebagai Rektor UINSA dengan menyoroti persoalan hukum yang mereka kaitkan dengan Muzakki serta mempertanyakan kapasitas kepemimpinannya.

BACA JUGA:Tolak Akh Muzakki, Ratusan Mahasiswa Uinsa Geruduk Rektorat


Mini kidi--

Kedua, mahasiswa meminta UINSA menjadi lingkungan yang aman dan harmonis bagi seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Ketiga, mahasiswa mendesak audit terhadap laporan pertanggungjawaban Muzakki selama menjabat sebagai Rektor UINSA.

Keempat, mahasiswa meminta Menteri Agama bertindak objektif dalam menentukan rektor UINSA serta mempertimbangkan aspirasi warga kampus dalam proses tersebut.

Kelima, mahasiswa mendesak Kejaksaan meningkatkan penanganan perkara yang mereka soroti ke tahap penyidikan serta memproses Muzakki sebagai tersangka.

Kelima tuntutan tersebut disampaikan mahasiswa secara bergantian dalam aksi di lingkungan rektorat.

BACA JUGA:Pelantikan Rektor UINSA Disambut Gelombang Penolakan


Gempur Rokok Illegal--

Muzakki diketahui kembali dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa 15 September 2026. Aksi mahasiswa tersebut menjadi bentuk penolakan terhadap keputusan pengangkatan Muzakki untuk kembali memimpin UINSA.

Sumber: